Penyewa Ruko di Jl KH Wahid Hasyim Ngadu ke DPRD

by
AUDIENSI - Penyewa ruko di sekitar Alun-alun dan Jalan KH Wahid Hasyim mengadu ke DPRD terkait kenaikan harga sewa.

*Harga Sewa Naik

KOTA – Perwakilan penyewa ruko di Jalan KH Wahid Hasyim dan sekitar Alun-alun Kota Pekalongan, mengadu ke DPRD setelah adanya kenaikan harga sewa ruko yang mereka tempati. Rombongan kemudian diterima dalam audiensi bersama Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Rabu (6/7/2022) di Ruang Rapat Komisi B.

Para penyewa ruko mengeluhkan kenaikan harga sewa dari Rp6.000 per meter persegi menjadi Rp27.500 per meter persegi. Meski memgaku tak menolak kenaikan harga sewa, mereka keberatan dengan harga baru dan mengusulkan harga Rp16.500 sebagai harga sewa baru.

Salah satu perwakilan penyewa ruko, H Slamet mengatakan, kenaikan harga sewa yang diterapkan Pemkot Pekalongan naik drastis dan dinilai terlalu tinggi. Bahkan awalnya para penyewa diberi tahu kenaikan harga sebesar Rp55.000 per meter persegi. “Kami tidak alergi dengan kenaikan harga sewa, tapi harapan kami tidak langsung naik tinggi tapi secara bertahap agar dapat diterima,” tuturnya.

Sejak pertama menerima pemberitahuan adanya kenaikan harga sewa, dikatakan Slamet dia besama penyewa lain langsung mengirimkan surat untuk meminta keringanan. Dari surat itu, kemudian diberi jawaban namun hanya melalui lisan oleh petugas pemungut retribusi yakni ada penurunan sebesar 50 persen menjadi Rp27.500 per meter persegi.

Dia juga mengungkapkan bahwa selama menyewa dan menempati ruko di sekitar Alun-alun, jarang mendapatkan perhatian dari Pemkot Pekalongan. Salah satunya yakni tidak pernah ada perbaikan jalan di wilayah ruko yang mereka sewa. “Sejak menempati puluhan tahun, jalan di sana baru dua kali diperbaiki,” ujarnya.