Situs PPDB SMA/SMK Diduga Dibajak, Nama 9 Siswa Hilang dari Jurnal di Detik Akhir Pendaftaran

oleh -
Panitia PPDB SMAN 1 Batang tengah melayani siswa yang akan melakukan daftar ulang.

BATANG – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Batang, ternyata masih meninggalkan persoalan.

Pasalnya, ada 9 calon siswa yang sebelumnya masuk jurnal penerimaan jalur zonasi, tiba-tiba namanya hilang jelang penutupan pendaftaran. Padahal pihak orang tua maupun calon siswa tersebut tidak pernah mencabut atau mengundurkan diri dari pendaftaran.

Seperti diungkapkan salah seorang orang tua calon siswa yang merasa heran dengan ‘hilangnya’ nama anaknya pada jurnal siswa pada hari terakhir pendaftaran.

“Pada hari terakhir pendaftaran, Jumat (01/07/2022) jam 11.30 wib 131 di jurnal. Sekitar jam 15.59 wib berada di rangking 140-an dari kuota 168, kemudian jam empat sore lebih dicek lagi namanya sudah hilang. Padahal pendaftaran sudah ditutup,” ungkap orang tua siswa, Amarlina Cindani ketika dikonfirmasi melalui telpon, Rabu (06/07/2022).

Mengetahui namanya anaknya hilang, Amarlinapun mencoba menghubungi pihak SMAN 1 Batang tempat putranya mendaftar. Oleh pihak sekolah diarahkan untuk membuat pengaduan guna dilaporkan ke pusat dan disuruh menunggu konfirmasi hingga tanggal 4 Juli 2022.

“Ternyata tanggal 4 Juli tidak ada konfirmasi dan hasil yang keluar sama seperti tanggal 1 Juli. Keesokan harinya kita ke sekolah dan bertemu dengan orang tua lainnya yang juga mengalami kondisi yang sama. Dan saat bertemu dengan Kepala Sekolah diungkapkan bahwa pihaknya sudah mengetahui kalau ada yang mengubah data siswa,” jelasnya.

Menurut penjelasan pihak sekolah, lanjut dia, ada pihak yang merubah pilihan siswa menjelang detik-detik akhir penutupan pendaftaran, sehingga datanya hilang. “Kita juga tahu adanya seorang oknum yang merubah seluruh data siswa yang hilang secara berurutan. Data siswa itu dipindahkan ke SMAN 2 Batang, sehingga di jalur zonasi tidak masuk, karena jaraknya lebih dari satu kilometer.”

Atas dasar itu, pihak orang tua mencurigai adanya oknum yang sengaja memainkan data siswa, sehingga ada siswa lain yang masuk dalam jurnal menggantikan siswa lainnya yang diubah datanya.

“Ada 9 anak yang tiba-tiba masuk jurnal di jalur zonasi dan diterima, padahal jarak rumahnya dengan sekolah lebih jauh dibandingkan yang datanya hilang,” tandas Amarlina Cindani.

Sementara itu pihak SMAN 1 Batang ketika dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan adanya laporan dari orang tua yang melaporkan hilangnya data siswa dari jurnal penerimaan siswa baru.

“Saya dapat telpon dari orang tua siswa yang menanyakan data di jurnal penerimaan siswa kok berubah. Setelah dicek, kami juga kaget kok bisa datanya bisa berubah. Padahal jadwal pendaftaran sudah ditutup,” kata Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Batang, Pralambang ketika di konfirmasi di kantornya.

Pralambang menyebutkan bahwa pihaknya menerima delapan aduan resmi dan satu belum mengadu. Dari yang mengadu tersebut, ada siswa yang di jurnal berada di urutan 2, karena jarak rumahnya hanya 117 meter saja.

“Untuk nama-nama anak yang hilang posisinya dalam jurnal random atau acak. Mereka posisinya ganti oleh pendaftar yang zonasinya lebih jauh. Lebih dari satu kilometer, bahkan dua kilometer,” beber Pralambang.

Pihak SMAN 1 Batang sendiri Saat ini masih menyimpan berkas sembilan pendaftar yang hilang itu. Sedangkan untuk keputusan selanjutnya, pihaknya masih menunggu keputusan dari Disdikbud Jateng terkait nasib sembilan calon siswa itu.

“Untuk kuota zonasi SMAN 1 Batang mencapai 168 siswa, dan sesuai data di jurnal terakhir sudah terpenuhi. Namun kami tetap menyimpan berkas siswa yang ‘terpental’ tersebut sambil menunggu keputusan pihak Dinas Pendidikan Jawa Tengah,” tandas Pralambang. (don)