Gegara Mitos, Bumil-Janin Bisa Kekurangan Gizi

oleh -
Ida Susilaksmi, Sekretaris Dinkes Batang

BATANG – Batang menjadi 10 daerah dengan kasus stunting tertinggi di Jateng. Terjadinya stunting di Batang ini tak lepas dari beberapa faktor, mulai pola makan, pola asuh, sanitasi, hingga mitos dan pantangan.

Sekretaris Dinkes Batang, Ida Susilaksmi menyebut, pantangan dan mitos selama masa kehamilan dan pasca persalinan juga menjadi faktor pemengaruh stunting. Di mana hal ini menyebabkan pola makan ibu hamil dan menyusui, kekurangan gizi dan nutrisi.

“Di Batang untuk pola makan masih ada pantangan pada ibu hamil dan ibu menyusui. Misalnya tidak boleh makan makanan bersantan dan sebagainya. Padahal justru itu sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang bayi,” ujarnya saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Kasi Kesga Dinkes Batang, Khotiq Mulyaningrum turut mengamini hal ini. Bahwa saat ini masih banyak fenomena mitos dan patangan yang turut meningkatkan stunting serta angka kematian ibu dan anak. Oleh karenanya, Dinkes Batang didampingi Puskesmas rutin menggelar kelas hamil.

Dalam kelas ini ibu hamil diberikan edukasi dan intervensi dalam pendampingan kesehatan. Tak hanya melibatkan ibu hamil, di beberapa kelas juga turut dilibatkan keluarga, seperti suami dan orang tua. Sehingga keluarga bisa mendukung upaya pemenuhan gizi dan kesehatan ibu hamil dan bayi.

“Terkadang ibu hamil sudah kami edukasi terkait pantangan-pantangan tersebut hanyalah mitos belaka. Namun di lapangan mereka akhirnya tidak ingin ribut karena bersilisih pendapat dengan suami atau orang tua. Oleh karenanya, orang terdekat mereka perlu diberikan edukasi pula, sehingga bisa mendukung pola makan ibu hamil dan menyesuai yang bergizi,” pungkasnya. (nov)