Eksploitasi Pengambilan ABT Dihentikan

by
Hadi Riskiyanto Pengendali Dampak Lingkungan Muda DLH Kota Pekalongan

**Untuk Mengurangi Penurunan Muka Tanah

KOTA – Pemerintah Kota Pekalongan saat ini sudah menghentikan atau melakukan moratorium izin eksploitasi pengambilan air bawah tanah (ABT). Hal ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya land subsidence atau penurunan muka tanah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Joko Purnomo melalui Pengendali Dampak Lingkungan Muda, Hadi Riskiyanto membenarkan bahwa untuk kebijakan Air Bawah Tanah saat ini, Pemerintah Kota Pekalongan memang sudah tidak mengizinkan kembali untuk pengambilan air bawah tanah yang digunakan untuk pengeboran sumur-sumur baru.

Seperti diketahui, ekploitasi air bawah tanah yang begitu besar akan mengakibatkan adanya ketidakseimbangan antara pengambilan dan pemulihan air tanah sehingga bisa terjadi kekosongan air pada tanah yang menyebabkan terjadinya intrusi dan amblesnya tanah. Penurunan muka tanah yang jika dibiarkan maka akan terjadi penurunan dataran tanah. Ini berarti sebagian (besar) daerah pesisir/dekat lautan akan terendam air laut.

“Sebab, Kota Pekalongan berada pada ketinggian sekitar 6 meter diatas permukaan air laut, sedangkan penurunan tanah di kota ini sudah sampai 11 sentimeter per tahunnya. Kalau hal ini dibiarkan, maka lama-kelamaan Kota Pekalongan akan tenggelam,” tutur Riskiyanto, Senin (4/7/2022).

Menurutnya, untuk upaya perlindungan air bawah tanah, maka pengunaannya dibatasi dengan tidak mengizinkan perusahaan atau industri melakukan eksploitasi air bawah dengan pengeboran.