Ubah Persepsi, Kopali Bakal Gelar Kontes Ayam Ekor Lidi

by

KAJEN – Banyak masyarakat beranggapan bahwa penghobi ayam bangkok hanya dijadikan sebagai ayam pertarung. Padahal ayam bangkok dapat dinikmati dari segi keindahan, baik dari bagian tubuh, struktur, bulu, serta bentuk ekornya. Untuk itu guna merubah persepsi itu, Komunitas Pecinta Ayam Ekor Lidi (Kopali) Pekalongan Raya bakal menggelar Kontes Ayam Bangkok Hias Ekor Lidi, Agustus 2022 mendatang.

Ketua Umum Kopali Indonesia, Riki Jamus saat pertama rutin di Desa Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen, Jumat (01/2022) mengatakan Ayam Ekor Lidi yang masyarakat umum mengenal dengan Ayam Bangkok, akan tetapi diberi nama ayam ekor lidi. Karena ayam ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan ayam bangkok pada umumnya.

“Disini ekornya lebih menonjol kaku dan lurus,” ungkap Riki Jamus.

Dikatakan, pecinta ayam ini tergabung dalam organisasi Komunitas Pecinta Ayam Ekor Lidi Indonesia atau Kopali yang pada awal tahun 2021 sudah terdaftar di Kemenkumam RI.

Sedangkan untuk anggota Kopali saat ini sudah ada di 26 daerah se Jawa. Seperti dari Jawa Timur Banyuwangi, Jember, Surabaya sampai perbatasan Lamongan juga ada. Untuk di Jawa Tengah sudah hampir semua ada sedangkan di Jawa Barat sudah tergabung dalam Kopali Majalengka Raya.

“Untuk itu dalam waktu dekat ini kita akan mengadakan kontes nasional, dimana para peserta dari Komunitas Kopali juga Komunitas diluar Kopali seperti Komunitas dari Boyolali, Pahim yang ada di Madura dan lain, ” terangnya.

Ditambahkan bahwa tujuan Kontes Ayam Hias Ekor Lidi adalah untuk memberikan edukasi pada masyarakat, bahwasanya Ayam itu tidak serta merta harus diadu akantetapi bisa dinilai atau dinikmati dari keindahanya.

“Tentunya dengan adanya Kontes Ayam Hias Ekor Lidi ini masyarakat akan lebih tahu, bahwa memelihara atau pecinta ayam tidak serta merta diadu atau dijadikan ajang perjudian, ” imbuhnya.

Adapun dalam pertemuan rutin Kopali Pekalongan Raya beranggotakan dari Kabupaten/ Kota Pekalongan, Batang diisi dengan peningkatan potensi UMKM lokal, seperti Kopi dan lainya. (Yon)