Rutan Pekalongan Jadi Percontohan Ketentuan ‘Overstaying’ Napi

by
Anggit Yongki Setiawan Karutan Kelas IIA Pekalongan

KOTA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan menjadi salah satu Rutan percontohan Percepatan Optimalisasi Pengembalian Fungsi Rutan dan Penerapan Ketentuan Maksimal Penempatan Narapidana di rumah tahanan.

Untuk diketahui, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI telah mengubah ketentuan maksimum penempatan narapidana di rumah tahanan negara (rutan) yang semula 24 bulan menjadi 12 bulan.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan Anggit Yongki Setiawan menyampaikan bahwa sejak ketentuan tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Nomor: PAS-1152.PK.01.01.02 Tahun 2020, Rutan Pekalongan sudah menerapkan pola tersebut untuk menekan fenomena overstaying (kelebihan masa huni) terjadi di Rutan Pekalongan.

“Kami sudah menerapkan isi dari surat edaran Kemenkumham tersebut sejak awal mendapat Surat Edaran, hasilnya banyak sekali perubahan, dan kenyamanan mengingat kapasitas dirutan Pekalongan yang sering over,” jelas Karutan Anggit saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (30/6/2022).

Menurutnya, upaya ini sebagai implementasi pengembalian fungsi Rutan melalui pemindahan secara bertahap narapidana yang sisa pidananya di atas 12 bulan ke lembaga pemasyarakatan UPT lain.