Rapatkan Barisan Cegah Paham Radikal

by
CEGAH RADIKAL - Bakesbangpol Kabupaten Pekalongan bersama FKDM menggelar rakor untuk mencegah radikalisme.

KAJEN – Dalam menyikapi munculnya kelompok Khilafatul Muslimin di beberapa daerah di Indonesia termasuk wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan, Bakesbangpol Kabupaten Pekalongan merapatkan barisan bersama unsur masyarakat yang tergabung Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Rapat koordinasi dilaksanakan di aula kantor setempat, Selasa (28/6/2022).

Gabungan dari berbagai elemen masyarakat dalam wadah FKDM ini dibentuk guna menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat. FKDM bertugas menjaring, menampung, mengoordinasikan dan mengkomunikasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai potensi ATHG selanjutnya dilaporkan pada Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah.

“Jadi forum masyarakat dalam wadah FKDM ini sebagai mata dan telinganya pemerintah daerah dari unsur masyarakat, untuk itu kontribusi informasi secara cepat dan jeli terhadap dinamika masyarakat sangat diharapkan dari forum ini,” terang Kaban Kesbangpol Haryanto Nugroho saat ditemui di sela-sela pertemuan dengan FKDM.

Lebih lanjut Haryanto menyampaikan bahwa ‘FKDM’ di Kesbangpol sudah ada sejak lama, namun saat ini akan lebih dioptimalkan melihat kondisi dinamika masyarakat yang semakin cepat. Sehingga pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri, maka harus didukung penuh dari partisipasi unsur masyarakat termasuk berkaitan dengan kewaspadaan dini di daerah.

Sebagaimana disampaikan dalam rapat koordinasi, bahwa FKDM yang diketuai oleh Ichsan Syuhudi dengan wakil Ketua Ruben R Prabu F, Sekretaris Heruwanto, dan Wakil Sekretaris Dwi Hendratno, telah ditetapkan dalam Keputusan Bupati Pekalongan nomor: 300.1/57 tahun 2022 sesuai pedoman Permendagri tentang Kewaspadaan Dini di daerah.

“Walaupun peran kita di FKDM ini bukan sebagai eksekutor di lapangan, namun peran bagi pemerintah daerah ini sangat penting dan strategis. Jadi saya selaku ketua menekankan pada rekan-rekan di FKDM agar segera pro-aktif dan intens memberikan atau menyuplai informasi–informasi yang berkembang di masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan bahwa kepekaan atau ‘sense of crisis’ sangat dibutuhkan saat ini. Tidak hanya oleh pemerintah saja tetapi yang tidak kalah penting adalah dari partisipasi masyarakat. Di Kabupaten Pekalongan telah dinyatakan oleh Kaban Kesbangpol bahwa tidak terdapat Ormas Khilafatul Muslimin. Namun demikian antisipasi dan deteksi sedini mungkin terkait merebaknya paham-paham anti Pancasila atau yang berorientasi membentuk negara khilafah ini harus tetap diwaspadai. (yon)