Penutupan Saluran Irigasi Sawah Disorot

by
DISOROT - DPRD Kabupaten Pekalongan menyoroti saluran irigasi yang mati akibat pembangunan ruko.

*) Imbas Pembangunan Ruko

KAJEN – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pekalongan Dody Prasetya menyoroti adanya penutupan saluran irigasi menuju sawah imbas pembangunan pasar tradisional dan Ruko Kesesi. Sebab saluran irigasi tersebut mengaliri sekitar 20an hektare sawah yang ada di wilayah sekitar.

Dody Prasetya kepada mengatakan bahwa bagi para petani air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat sangat diperlukan. Karena air ini menunjang kegiatan petani dalam masa tanam. Oleh karena itu ketika kebutuhan air terhambat pastinya petani akan sangat dirugikan.

“Kita melihat beberapa daerah bahwa saluran irigasi ini perlu mendapat perhatian khusus bagi pemerintah daerah dalam rangka menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan. Sebab dengan irigasi yang baik tentunya akan sangat menunjang sekali bagi para petani di Kabupaten Pekalongan,” katanya.

Dody menuturkan, di wilayah Kesesi dirinya banyak mendapat aduan dari petani dan setelah dilihat bahwa fungsi jaringan irigasi ini berjalan kurang baik. Walaupun saat ini masih dalam tahap perbaikan, baik itu di saluran Di Kaliwadas maupun Di Sragi.
Akan tetapi masih ada beberapa saluran tersier yang justru mengalami kemacetan dan kerusakan. Ini yang perlu diperhatikan Pemerintah Daerah.

“Saya ambil contoh seperti wilayah saluran air yang ada di depan Pasar Kesesi ke arah timur. Saluran ini digunakan untuk mengaliri sawah kurang lebih 20 hektare di wilayah Kesesi dan Srinahan. Saluran ini terhambat adanya pembangunan Pasar Kesesi dan Ruko Kesesi yang baru,” ungkapnya.

Oleh karena itu Dody mengajak pemerintah daerah untuk turun ke lapangan. Terutama bagi OPD yang berwenang, cek ke lokasi lapangan bagaimana saluran itu terhambat karena ini sangat merugikan bagi para petani.

Dengan adanya pembangunan Pasar Kesesi beberapa tahun yang lalu saluran itu walaupun berfungsi kurang optimal tetapi masih agak mendingan.