Lulus Passing Grade Non Formasi, Guru Honorer Minta Kepastian

oleh -

Datangi BKPSDM Kabupaten Pekalongan

Forum Guru Honorer Sekolah Negeri yang lulus Passing Grade namun belum mendapat formasi, Rabu (29/06/2022) meminta kepastian. Mereka mempertanyakan nasibnya dengan mendatangi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pekalongan untuk mendapatkan informasi terkait pelaksanaan seleksi PPPK tahap 3 tahun 2021 yang akan dilaksanakan di 2022.

Audiensi Forum Guru Honorer Sekolah Negeri yang lulus Passing Grade namun belum mendapat formasi ini diterima secara langsung oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Pekalongan, Wiryo Santoso, beserta Sekretaris, Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Formasi. Kemudian Kepala Bidang Promosi dan Mutasi serta Kasubbid Pengadaan dan Pemberhentian.

Ketua Forum Guru Honorer Sekolah Negeri, Erlita Rismilliyana, menyampaikan tujuan utama mengadakan audiensi dengan BKPSDM Kabupaten Pekalongan untuk meminta kepastian. Dikatakan bahwa Forum ini beranggotakan guru pengabdian di Sekolah Negeri yang telah mengikuti seleksi PPPK tahun 2021 baik tahap 1 dan tahap 2 dan lolos seleksi namun belum mendapat formasi. Pihaknya berharap mendapat informasi dan kepastian dari BKPSDM terkait pelaksanaan PPPK tahap 3 yang segera akan dilaksanakan di 2022.

“Kami mengetahui bahwa formasi PPPK tahun 2021 sebanyak 1.561 untuk formasi guru baru terisi 1.104 dan masih ada sisa sebanyak 457 formasi yang belum terisi. Kami juga mengetahui bahwa sampai saat ini Kabupaten Pekalongan belum mengajukan formasi PPPK tahun 2022 walaupun sudah tersedia Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pengangkatan PPPK tahun 2022 sebanyak 1.311, untuk itu kami sangat berharap kepada BKPSDM agar sisa formasi sebanyak 456 dapat diubah formasinya untuk mengakomodir guru passing grade sebanyak 247 guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran agar bisa langsung mendapat SK PPPK, ” terangnya.

Erlita menambahkan bahwa sebenarnya selain guru yang telah berjuang mengabdi di bidang pendidikan ada juga teman-teman Tenaga Kependidikan (Tendik) yang belum mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi PPPK karena tidak ada formasi untuk tendik. Padahal disadari atau tidak tendik merupakan jantungnya sekolah dalam hal tata administrasi termasuk operator, terlebih saat ini yang banyak menggunakan aplikasi berbasis IT.

“Untuk itu besar harapan kami agar di tahun 2022 ini dibuka formasi PPPK untuk tendik, ” harapnya.

Senada disampaikan anggota Forum lainya, Kusmiyati. Dikatakan bahwa sebagian besar guru honorer yang lulus passing grade ini usianya sudah diatas 35 tahun. “Jadi harapannya agar bisa langsung dapat SK PPPK tanpa harus melalui tes lagi.”

Adapun dalam kesempatan itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso, menyampaikan, terkait rekruitmen ASN adalah kewenangan Pusat sedangkan Pemda memiliki 2 kewenangan yaitu Penetapan Formasi Tahun 2021 menetapkan 1.561 formasi untuk guru dan Pengangkatan Tahap 1 &2 mengangkat 1104 dengan SK PPPK.

“Kami sangat berterima kasih kepada para guru honorer lulus passing grade yang mempercayakan kepada kami bahwa kami di beri amanat untuk ikut membantu dalam hal penyelesaian masalah PPPK. Namun yang jelas secara Nasional dari Pemerintah Pusat untuk pelaksanaan PPPK tahap 3 mulai dipersiapkan dan kami masih melakukan mapping untuk guru Passing Grade yang belum dapat formasi. Sedangkan untuk penempatan guru Passing Grade nanti by sistem sesuai dapodik. Bisa jadi ditempatkan di sekolah induk, bisa di sekolah non induk dalam satu wilayah, dan bisa juga di sekolah non induk luar wilayah, ” katanya.

Wiryo juga menyampaikan terkait kapan realisasinya untuk pelaksanaan PPPK tahap 3 nanti secara teknis menunggu dari Pusat. Sedangkan terkait Tenaga Kependidikan sebenarnya di tahun 2021 BKPSDM Kabupaten Pekalongan sudah bersurat ke Pusat agar dibuka formasi untuk tendik, namun sekali lagi hal ini adalah kebijakan dari Pusat, maka Daerah hanya mengikuti.

Sedangkan Kepala Bidang Mutasi dan Promosi BKPSDM Kabupaten Pekalongan Teguh menambahkan dan memberi pesan bahwa ketika nanti sudah ada kepastian untuk guru passing grade dalam penempatan, maka dalam pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH). Kemudian secara online harap mengisi atau input sendiri agar nomor akun kita tidak bocor ke tangan orang lain.

“Mohon jaga kesopanan dalam komunikasi di grup WA, karena dalam proses pengajuan NIP itu membutuhkan waktu, Jadi mohon untuk bersabar,” terang Teguh.

Ia menambahkan agar Guru Honorer tetap semangat dalam mendidik dan mencerdaskan anak-anak Bangsa, tetap semangat mengikuti tahapan PPPK sesuai teknis dari Pusat dan tetap Berdo’a agar dipermudah dalam segala urusan.(yon)