Peternak Kecil Alami Panik Selling

by
JANGAN PANIK SELLING - Di tengah wabah PMK, peternak jangan panik selling karena ketakutan ternaknya terpapar virus PMK.

**Tata Kelola Peternakan Diperbaiki

KAJEN – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) memengaruhi peternak di Kabupaten Pekalongan. Peternak kecil alami panik selling. Utamanya peternak ruminansia besar seperti sapi.

“Di masa-masa seperti ini adalah masa panen rayanya mereka. Artinya, nilai jual pastinya ada nilai tambahnya. Tapi karena kondisi seperti ini pembeli pun sangat hati-hati dan waspada,” ungkap pemilik DePetung Farm, Farid Abdul Hakim, kemarin.

Dengan adanya PMK, peternak kecil lakukan panik selling. Peternak menjual ternaknya dengan dihantui rasa ketakutan ternak mereka terserang PMK. Si penampung (pembeli) akhirnya bisa sedikit mempermainkan harga.

“Apalagi ada ciri-ciri yang mengarah ke PMK misalkan demam, mulut agak sariawan, jalan agak pincang, pengepul ada kesempatan nurunkan harga. Padahal setelah dipotong, harganya masih ditinggikan,” ungkapnya.

Dengan panik selling itu harga ternak bisa turun Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Seekor sapi yang harga normalnya Rp 20 juta bisa turun jadi Rp 17 juta. Padahal, semestinya di saat jelang Idul Adha ini harga ternak kurban naik.

“Harusnya harga normal Rp 20 juta di momentum kurban ini bisa dijual Rp 22 juta, Rp 23 juta. Ini malah jadi turun karena ada PMK,” tutur dia.

Pihaknya mensupport peternak untuk melakukan pencegahan dengan bio security yang baik. Selama manajemen kandang dan perawatannya baik, wabah PMK bisa ditekan. Hati-hati datangkan ternak dari daerah endemik.