Manfaatkan Kotoran Sapi, Warga Beralih ke Biogas

by
PAKAI BIOGAS - Warga Desa Wonokerso saat menggunakan biogas untuk keperluan sehari-hari.

**Melihat Penggunaan Energi Alternatif di Desa Wonokerso, Limpung

Mulai April, warga Wonokerso Kecamatan Limpung mulai beralih memanfaatkan biogas untuk keperluan memasak. Hal ini setelah adanya program pemanfaatan kotoran ternak sapi yang dikonversi menjadi biogas. Seperti apa?

MESKI sempat menolak, warga kemudian mantap beralih lantaran biogas punya banyak manfaat. Sebab tak hanya dapat energi gas alternatif, tetapi biogas juga tetap dapat menghasilkan pupuk.

“Biogas sendiri dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber alternatif untuk memasak. Selain itu, biogas dapat juga menghasilkan pupuk cair dan pupuk kandang yang bisa menghasilkan nilai ekonomis,” ungkap Kepala Desa Wonokerso, Muhamidin (51), saat ditemui di kantornya, Sabtu (25/6/2022).

Dikatakannya, program biogas sendiri merupakan tindak lanjut dari program Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng. Awalnya, pihak desa mengajukan bantuan untuk kelompok ternak sapi ke Pemprov Jawa Tengah.

Program itu sudah diajukan sejak tahun 2020, tapi baru terlaksana pada 2022 karena Pandemi Covid-19. Alasan desanya terpilih karena banyak warga yang beternak sapi. Ada 25 peternak sapi di Desa Wonokerso.

“Program biogas baru berjalan April 2022. Pemanfaatan baru efektif setelah lebaran lalu yang berasal dari bantuan program Biogas Swakelola dengan total anggaran Rp165 juta pada tahun 2021 sebanyak 6 unit untuk 4 desa dan pada tahun 2022 pengajuan kembali sebanyak 15 unit untuk 3 desa dengan total anggaran Rp324 juta,” jelas Muhamidin.