Puluhan Perusahaan Terdampak Pandemi

by
Suprapto, Kepala Disnaker Batang

*Satu Perusahaan Kayu Lapis Bangkrut

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang menyebut 21 perusahaan di wilayahnya terkena dampak pandemi Covid-19. Bahkan, satu perusahaan yang bergerak di bidang ekspor plywood dilaporkan berhenti, karena bangkrut.

Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Batang, Suprapto mengatakan, puluhan perusahan terdampak pandemi Covid-19 itu bergerak di bidang pariwisata, tekstil hingga industri kayu.

“Ya ada 21 perusahaan terdampak pandemi. Namun 20 perusahaan di antaranya kini sudah pulih dan normal kembali. Meskipun belum optimal seperti kondisi sebelumnya,” ujar Suprapto, didampingi Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja, Budi Setyaningsih, kemarin.

Sementara itu, lanjut Suprapto, satu perusahaan kayu lapis yakni PT Menara Cipta Albasia tidak dapat terselamatkan dari dampak pandemi Covid-19. Perusahaan yang beralamatkan di Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih itu terpaksa gulung tikar.

“Perusahaan itu sudah terdampak sejak pandemi Covid-19 melanda Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Perusahaan itu tidak bisa mengekspor produknya ke Cina. Hingga akhirnya bangkrut di masa pandemi,” katanya.