Cabai dan Bawang Belum Juga Turun Harga

by
MERANGKAT NAIK - Harga sejumlah komoditas di Pasar Tradisional Kendal terus merangkak naik, seperti cabe dan bawang.

*Omset Pedagang Pasar Ikut Terdampak

KENDAL – Tren kenaikan harga sejumlah komoditas dapur di pasar tradisional belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Alih-alih turun, harga komoditas cabai-cabaian hingga bawang merah justru masih melambung. Fluktuasi harga tersebut membuat pedagang ikut menanggung dampaknya, omset mereka turun karena berkurangnya penjualan.

Dari pantauan Radar Pekalongan, saat ini harga cabai rawit merah sudah tembus Rp 80 per kilogram. Sebelumnya di bawah 40 ribu dan terus merangkak naik secara berkala hingga mencapai Rp 80 per kilogram. Begitu juga harga cabai keriting dari semula Rp 50 ribu saat ini naik menjadi Rp 75 ribu per kilogram.

Sementara untuk cabai rawit hijau saat ini dijual dengan harga Rp 55 ribu dari sebelumnya hanya Rp 35 ribu per kilogramnya. Kenaikan harga juga masih terjadi pada komoditas bawang merah, saat ini harganya di pasar tradisional mencapai Rp 55 ribu dari sebelumnya hanya Rp 20 ribu per kilogramnya.

Lina, salah satu penjual sembako di Pasar Tradisional Kendal mengatakan, akibat mahalnya harga komoditas cabai dan bawang merah, omset penjualannya menurun hingga 50 persen. Menurutnya, kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak dua pekan lalu.

“Yang naiknya paling banyak itu ya cabai sama bawang merah. Bawang merah naiknya banyak, tadinya sekilo 25 ribu, sekarang 55 ribu,” katanya, kemarin.