Bejat, Bapak Rudakpaksa Anak Tirinya yang Dibawah Umur hingga Alami Pendarahan

oleh -
Kasat Reskrim Polres Batang AKP Yorisa Prabowo.

BATANG – Perbuatan CR (34) warga Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang ini sudah sangat keterlaluan. Pria yang berprofesi sebagai buruh serabutan ini tega menggagahi putri tirinya yang masih berusia 12 tahun hingga beberapa kali.

Bahkan pada aksinya yang terakhir, CR menyetubui putri tirinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini hingga menyebabkan pendarahan. Akibatnya, korban harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit dan menjalani transfusi darah.

Kapolres Batang melalui Kasat Reskrim AKP Yorisa Prabowo mengungkapkan, kasus itu sendiri terbongkar setelah adanya laporan dari ibu kandung korban. IN (32) melaporkan suaminya ke pihak kepolisian setelah mendapati putrinya menangis di kamar mandi.

“Ibu korban yang curiga kemudian meminta keterangan anaknya. Dan dari penuturan korban, akhirnya perbuatan bapak tirinya itu terbongkar dan kasusnya dilaporkan ke polisi,” ungkap Yorisa ketika ditemui di kantornya.

Berdasarkan hasil pemeriksa, diketahui bahwa perbuatan bejat CR dilakukan pada Selasa (14/06/2022). Pada saat itu kondisi rumah dalam kondisi sepi yang kemudian dimanfaatkan oleh pelaku untuk menggagahi anak tirinya di dalam kamar tidur.

Entah setan apa yang merasuki CR, akibat perbuatannya itu, korban mengalami pendarahan berat di organ intimnya. Bahkan saat ibunya melihatnya menangis di kamar mandi, ternyata pendarahan belum berhenti. Sedangkan dari hasil pemeriksaan tim medis, diketahu bahwa rahim korban juga mengalami luka akibat perbuatan bejat bapak tiri tersebut.

Melihat kondisi anaknya, IC kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapa perawatan medis. Selain itu, dia juga melaporkan perbuatan bejat suami yang baru dinikahinya selama satu tahun itu ke polisi.

“Berdasarkan laporan tersebut, kami dari kepolisian langsung bergerak dengan mengamankan pelaku. Dan dari pemeriksaan, pelaku mengaku hanya dua kali melakukan perbuatanya itu. Namun, bisa jadi aksi itu dilakukan lebih dari itu, karena pencabulan dilakukan sejak tiga bulan lalu,” jelas Kasat Reskrim.

AKP Yorisa menambahkan, hingga saat ini korban masih dalam tahap pemulihan di rumah sakit. Ia bahkan harus diberi tiga kantong darah. Sedangkan pelaku sendiri saat ini harus mendekam di sel tahanan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Selain menangani kasus tersebut, kami dari Polres Batang juga telah meminta pendampingan psikolog dari Polda Jeteng, untuk menghilangkan rasa trauma korban,” lanjut Kasat Reskrim.

Akibat aksi bejat tersebut, pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu Pasal 76 juncto pasal 81 undang-undang 18 tahun 2016 tentang perlindungan anak, pasal 285 KUHP tentang perkosaan, pasal 289 KUHP tentang pencabulan dengan hukuman maksimal 15 tahun.

“Pelaku juga kita jerat dengan Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara,” tandas AKP Yorisa. (don)