Jumlah Pemilih Sementara di Kabupaten Batang Berkurang 17 Ribu Lebih

oleh -
KPU Batang menggelar Rapat koordinasi dan pleno rekapitulasi hasil pemutakhiran DPB Periode April - Juni 2022 (Triwulan II).

BATANG – Jumlah pemilih sementara di Kabupaten Batang hingga bulan Juni ini mengalami penurunan mencapai 17.383 orang dibandingkan data bulan sebelumnya. Pengurangan tersebut disebabkan adanya pemilih yang meninggal dan juga data ganda.

Hal itu terungkap dalam Rapat koordinasi dan pleno rekapitulasi hasil pemutakhiran DPB Periode April – Juni 2022 (Triwulan II) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang, Rabu (22/06/2022).

Ketua KPU Batang Nur Nur Tofan menjelaskan, untuk jumlah pemilih sementara pada bulan Mei adalah 634.904 orang. Namun pada pemutakhiran data hingga bulan Juni ini menjadi 617.521 pemilih.

“Untuk jumlah pemilih sementara pada bulan ini berkurang atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 17.383 orang. Hal itu didasarkan data dari Kemendagri melalui KPU RI ada 7.599 pemilih meninggal dan pemilih ganda 9.994 orang dan pindah keluar 9 orang. Namun ada juga penambahan pemilih yang terdiri 204 pemilih pemula dan 15 orang pemilih masuk ,” ungkap Nur Tofan didampingi anggota KPU Batang, Gunadi Fitriyanto.

Nur Tofan menjelaskan, untuk pembaharuan data pemilih sementara sendiri pihak KPU Batang dibantu oleh Disdukcapil, Dinas Sosial, Kepolisian, Kodim, Lapas dan juga Kemenag. Untuk Disdukcapil dan Dinsos memberikan bantuan data untuk mutasi penduduk, pemilih pemula maupun pemilih yang meninggal dunia.

“Dengan Polres dan Kodim kita berkoordinasi terkait data anggota yang sudah memasuki masa pensiun ataupun anggota baru. Sedangkan untuk pihak Kemenag sendiri, kita berkoordinasi terkait adanya warga yang masih dibawah umur, namun sudah menikah secara resmi dan tercatat,” jelas Nur Tofan.

Anggota KPU Batang Gunadi Fitriyanto menambahkan, untuk data pemilih ganda bisa disebabkan adanya warga yang pindah domisili. Namun dia tidak mengajukan laporan, sehingga datanya masih tetap di alamat lama, namun kemudian terdaftar di tempat tinggalnya yang baru.

“Berdasarkan data dari Kemendagri, untuk pemilih ganda akibat adanya penduduk yang pindah ke luar daerah dan dia terdaftar di tempat tinggalnya yang baru, namun data di daerah yang lama belum dicabut. Sedangkan untuk yang meninggal, data yang dipakai adalah yang sudah memiliki akte kematian,” beber Gunadi.

Untuk verifikasi data pemilih sendiri, nantinya pihak KPU tetap akan melakukan coklit atau penelian dan pencocokan. Tujuannya untuk memastikan agar data pemilih bisa sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

“Saat coklit inilah biasanya akan diketahui bila ada penduduk yang meninggal ataupun terdaftar namun sudah pindah domisi. Termasuk adanya pemilih pemula yang belum terdaftar,” tandas Gunadi.

Pada acara tersebut, Pj Disdukcapil Kabupaten Batang, Dwi Riyanto mengungkapkan, untuk data penduduk yang meninggal dunia, pihaknya mengalami kendala dalam menonaktifkan data kependudukan. Pasalnya, data kependudukan bisa dinonaktifkan apabila ada akta Kematian saja.

“Untuk data penduduk yang meninggal dunia berdasarkan data dari Dinas Sosial didasarkan pada yang mengajukan santunan melalui e-Sakti. Namun dalam pengajuan tidak mensyaratkan adanya akte kematian, sehingga saat data kependudukan akan dinonaktifkan tidak bisa, karena adanya syarat akte kematian. Karena itulah, kita akan melakukan koordinasi agar dalam pengurusan e-Sakti bisa melampirkan akte kematian,” pungkas Dwi Riyanto. (don)