Tokoh Lintas Agama dan Seniman Kenang Abah Dim

by
MENGENANG - Sejumlah seniman dan tokoh agama menggelar doa bersama untuk almarhum Mustayar PBNU, KH Dimyati Rois.

KENDAL – Sejumlah seniman dan tokoh agama menggelar doa bersama untuk Mustayar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dimyati Rois. Pendiri Ponpes Al Fadllu wal Fadlilah itu meninggal sepekan lalu.

Kegiatan untuk mengenang almarhum KH Dimyati Rois digelar di Pendapa Al Fadlu 3 di Kecamatan Brangsong, Kendal. Mereka yang hadir antara lain Romo Juwarisman, Leak Sosiawan, Kiai Budi Harjono, Slamet Priyatin, Achiar Permana, Basa Basuki, Sufrana Malik, Usman Arrumy, Kang Putu, Totok Kokang, dan Any Faiqoh.

Budi Harjono mengisahkan kenangannnya sowan dengan Abah Dim, sebutan karib untuk KH Dimyati Rois. “Saya sering sowan. Beliau hanya berbisik tiga kali: orang alim kian lama kian sedikit,” tutur Budi yang juga membacakan puisi berjudul “Abah Dim”.

Seniman Sufrana Malik juga melukis gambar Abah Dim di acara tersebut. Lukisan itu bentuk ekspresi cinta dari Sufrana Malik. “Kata dari hati, kalau goresan canvas tadi dari cinta Sufrana Malik,” tambahnya.

Tari sufi juga turut mengiringi doa bersama para seniman dan tokoh agama untuk Abah Dim. Panitia acara, Ali Nahdlodin, mengatakan, doa bersama itu merupakan bentuk rasa takzim sekaligus rasa kehilangan tokoh agama dan seniman atas wafatnya KH Dimyati Rois.

“Semoga dengan kecintaan kepada guru Syaikhona Abah Dimyati Rois, siapa pun akan mendapat keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan setiap kebaikan,” pungkas Ali yang akrab dipanggil Dody Romeo. (lid)