Razia Kosan, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

by

Belasan Muda Mudi Digaruk

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kabupaten Pekalongan kembali gencar melakukan Razia Pekat di Kosan. Alhasil, selain menggaruk belasan muda mudi petugas mendapati alat kontrasepsi di salah satu tempat kamar kos.

Adapun Razia Tempat Kosan dilakukan di Desa Kedungkebo Kecamatan Karangdadap atas dasar aduan dari masyarakat setempat. Laporan langsung ditindaklanjuti dengan merazia kosan di pimpin langsung oleh Kasi Dal Ops Satpol PP Kabupaten Pekalongan Sunarso diikuti sejumlah anggota usai apel pagi.

Saat dilokasi petugas mengetuk satu persatu kosan yang ada. Selain mendapati remaja yang tidak membawa kartu Identitas, petugas juga memergoki pasangan muda mudi dan mahasiswa dalam satu kamar kos.

Tak hanya itu saja, didapati botol cap orang tua dan dibagian belakang ada alat kontrasepsi. Dalam razia itu ada lima pasanga muda mudi dalam satu kamar yang digaruk ke Mako Satpol PP, kemudian dua perempuan berambut pirang ikut dibawa.

Saat dilokasi mereka yang digaruk dilakukan penbinaan secara langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan Risnoto dan Kasi Dal Ops, Sunarso.

“Saya tidak segan segan membawa perempuan ke rehabilitasi di Solo. Kalau memang sudah pemain, ” tegas Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Risnoto.

Sementara Kasi Dal Ops Satpol PP Kabupaten Pekalongan Sunarso mengatakan razia dilakukan untuk menjaring pasangan bukan suami istri. Razia dilakukan atas dasar informasi dari masyarakat bahwa di Kecamatan Karangdadap tepatnya di Desa Kedungkebo ada kosan sering digunakan pasangan bukan suami istri.

“Mereka yang ketangkap dibawa ke Mako Satpol PP untuk dilakukan pembinaan. Kita juga temukan botol-botol yang sudah habis diminum oleh pelaku di sini kemudian sebagai barang putih kami amankan di kantor Satpol PP, “katanya.

Mereka yang terjaring ada lima pasangan dan dua perempuan tak memiliki idehtitas kemudian disampaikan ke pihak orang tua supaya tidak melakukan hal-hal serupa. Selain dilakukan penbinaan, pohaknya juga akan melakukan pendataan sehingga apabila kembali digaruk akan dibawa ke Rehabilitasi.

Untuk itu ia mengimbau bagi agar tidak mengotori Kabupaten Pekalongan ini karena mereka juga masih muda-muda sekali dengan usia yang sangat mudah sekali.

“Saya berharap mereka bisa terhindar dari hal-hal yang melanggar norma sosial norma agama. Kemudian untuk pemilik kos nanti kita Panggil untuk melangkapi izin dan agar tidak sembarangan dalam menerima penghuni kosan, ” imbuhnya.

Adapun salah satu perempuan yang diamankan, mengaku saat itu dirinya menyewa kamar kos sehari Rp 150 ribu. “Saya bayar dengan teman saya yang sebelumnya sudah dikontrak. Saya tidak ngapa ngapain, ” ungkap perempuan berambut pirang asal Kecamatan Talun. (Yon)