Gempur Rokok Ilegal Demi Selamatan Pendapatan Negara

by
GELAR - Pemkab Kendal bersama Bea Cukai Semarang menggelar talkshow Pemberantasan Rokok Ilegal dan Pemanfaatan Cukai Tembakau Sebagai Pendapatan Strategis di Kabupaten Kendal.

KENDAL – Optimalisasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) penting dilakukan. Salah satu cara yang efektif adalah dengan mengkampanyekan gerakan gempur barang kena cukai ilegal, di antaranya adalah rokok.

“Dengan memberantas rokok ilegal, maka akan berdampak positif bagi pendapatan cukai tembakau, sehingga akan bisa lebih meningkatkan DBHCT yang nantinya akan di terima oleh pemerintah daerah,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Sucipto, saat talkshow Pemberantasan Rokok Ilegal dan Pemanfaatan Cukai Tembakau Sebagai Pendapatan Strategis di Kabupaten Kendal, Senin (20/6/2022) di Pantai Indah Kemangi (PIK) Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung.

Talkshow yang digelar Pemkab Kendal bersama Bea Cukai Semarang ini juga menghadirkan narasumber lainnya, yakni Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun, dan Kasi Penindakan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah Eko Maryanto.

Dijelaskan Sucipto, pemberantasan rokok ilegal tidak mungkin mampu dilakukan sendiri oleh Bea Cukai. Karena itu, pohaknya butuh sinergi dengan pemda, sehingga hasilnya lebih optimal. Selama ini rutin dilaksanakan razia rokok ilegal di tempat penjualan rokok.

“Jika ditemukan penjualan ilegal, maka akan dilakukan pembinaan, bahkan upaya penindakan tegas pidana bagi konsumen maupun produsennya,” ungkapnya.

Sucipto menyatakan bahwa Kantor Bea Cukai Semarang yang membawai Kendal, Kabupaten/Kota Semarang, Salatiga, Grobogan, dan Demak tahun 2020 untuk penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) sebesar Rp 2,7 triliun dan di tahun berikutnya meningkat Rp 3, 38 triliun.
“Dan hingga bulan Mei ini sudah mencapai Rp 2,7 triliun, sehingga pada akhir tahun 2022 bisa lebih meningkat lagi,” ujarnya.