Makhi, Mahasiswi UIN Gusdur Pekalongan Ikut Tampil Bawakan Kasidah bareng Nasida Ria di Jerman

by
Grup Nasida Ria saat tampil membawakan lagu-lagu kasidah di acara Documenta Fifteen di Kassel, Jerman, pada 18 Juni 2022 lalu. Dok Nasida Ria

PEKALONGAN – Grup kasidah legendaris Indonesia, Nasida Ria, pada Sabtu 18 Juni 2022 lalu tampil pada festival ‘Documenta Fifteen’ di Kota Kassel, Jerman. Penampilan grup kasidah asal Semarang di perhelatan lima tahunan tersebut mendapat sambutan sangat antusias warga Jerman dan warga dari berbagai negara lainnya.

Pada aksinya di event tersebut, selain dipunggawai beberapa personel senior, Nasida Ria ternyata juga diperkuat oleh dua personel junior. Salah satunya adalah Makhi (21).

Makhi merupakan mahasiswi Semester IV Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) Pekalongan.

Dihubungi Radar Pekalongan melalui WhatsApp, Makhi mengungkapkan rasa syukur, senang, sekaligus bangga bisa ikut tampil di festival Documenta Fifteen di Jerman. Di situ dia menjadi salah satu vokalis grup Nasida Ria. Penampilannya di Jerman tersebut sekaligus merupakan yang pertama kalinya dia tampil bersama Nasida Ria di luar negeri.

Pada Documenta Fifteen di Kassel, Jerman kemarin, Nasida Ria membawakan 10 lagu kasidah  yang mana tiga diantaranya dinyanyikan oleh Makhi selaku vokalis. Kesepuluh lagu ini, yakni Kota Santri (dinyanyikan oleh Hj Afuwah), Perdamaian (oleh Makhi), Intaha Umri (Hj Nadhiroh), Dunia Dalam Berita (Hj Nurjanah), Asyik Santai (Hj Rien), Bom Nuklir (Makhi), Tahun 2000 (Hj Afuwah), Kemana Aku Lari (Hj Nadhiroh), Pantun Gembira (Makhi), dan Keadilan (Hj Afuwah).

Adapun tim dan kru Nasida Ria yang berangkat ke Kassel Jerman, terdiri dari: Hj Rien Jamain; Hj Afuwah; Siti Hamidah; Tantowiyah; Sofiyahtun; Mukaromah; Ana Uswatun Khasanah; Alfiatul Khoiriyah; Nurjanah; Nadhiroh; Makhi; Nazla Nailul Muna; H Abdul Choliq; Zuhad Mahdi; Ifadatal Udhma Zain; Taufiq Adiarto; dan Syaiful Khoiri.

“Alhamdulillah bisa ikut perform sampai ke Jerman. Bersyukur banget karena sampai sini (Jerman, red) dan tampil di acara yang benar-benar ditunggu masyarakat di dunia. Karena Documenta Fivetenn ini kan acara festival seni yang diadakan lima tahun sekali, dan banyak masyarakat dari berbagai negara di dunia yang datang dan menantikan event ini,” ungkap Makhi, Senin (20/6/2022).

Makhi juga menceritakan ihwal kenapa dia bisa menjadi bagian dari grup kasidah legendaris Nasida Ria. Semua berawal ketika dia masih SMP. Dia ikut audisi Nasida Ria Cari Bintang di Semarang. Pada saat itu dia memang tidak menjadi juara. Namun, sekitar empat tahun kemudian, Manajer Nasida Ria mendatangi rumahnya dan merekrutnya untuk ikut gabung di Nasida Ria.

Menurut Makhi, mulai saat itu dia gabung ke Grup Ezzura, yang notabene merupakan Nasida Ria junior. “Jadi saya itu itungannya masih junior, ikut generasi ke-4 Nasida Ria,” ujarnya.

Semenjak itu, Makhi sering tampil bersama Ezzura maupun dengan Nasida Ria. Termasuk, rutin mengisi konten kanal YouTube Nasida Ria Management bersama para anggota Nasida Ria maupun Ezzura lainnya.

“Biasanya, saya dari hari Selasa sampai Jumat kuliah, kemudian Jumat siang atau sore sampai Minggu saya ke Semarang, ikut keperluan bikin konten atau manggung bareng Ezzura atau Nasida Ria,” ungkap Makhi.

Sementara itu, Dr H Muhlisin MAg, selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, menyampaikan apresiasinya atas kemampuan olah vokal dan pencapaian yang diraih Makhi. Tentunya apa yang dicapai Makhi itu turut mengharumkan sivitas UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.

“Kami sangat mengapresiasi dan surprise terhadap  kemampuan di bidang olah vokal yang dicapai oleh saudari Makhi. Ini menunjukkan bahwa terdapat potensi dimiliki oleh mahasiswa UIN Kyai Abdurrahman Wahid Pekalongan di bidang seni yang dapat dipromosikan di tingkat internasional,” ungkap Muhlisin.

Dia menuturkan, seiring dengan ada status IAIN menjadi UIN, dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan reputasi UIN Pekalongan dalam skala global. Bukan hanya di bidang akademik tetapi juga di bidang nonakademik yang tentu akan berpengaruh secara positif terhadap pengembangan bakat dan minat mahasiswa untuk menjadi bekal sebagai calon sarjana di era global yang penuh dengan kompetisi dan kontestasi.

“Hingga saat ini UIN Pekalongan telah memfasilitasi berbagai macam organisasi intra kampus yang membidangi tentang seni yaitu elFata, yang dapat dijadikan sebagai wadah untuk mengasah kemampuan dan bakat-bakat seni bagi mahasiswa dari berbagai jurusan untuk lebih berkembang dan berprestasi di berbagai tingkatan,” imbuh Muhlisin. (way)