Pekerja Migran Penyumbang Devisa Terbesar ke-2

by
TANDA TANGANI - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menandatangani kesepakatan dengan BP2MI.

Para pekerja migran seringkali mengalami tindakan tidak manusiawi, penganiayaan, kekerasan seksual, bahkan pembunuhan di negara tempat para migran Indonesia bekerja. Para PMI yang mengalami kejadian tersebut sebagian besar adalah PMI yang diberangkatkan secara illegal oleh mafia dan sindikat yang ingin mendapatkan keuntungan besar dari bisnis perdagangan manusia.
Oleh karena itu, dalam kesempatan itu, Benny mengajak kepada seluruh aparat terkait dan stakeholder untuk tidak membiarkan hal tersebut terjadi.

“Sangat ironis jika negara kita yang dikenal religius membiarkan hal itu terjadi,” ucap Benny.

Melalui Penandatanganan kesepakatan siang itu, harapannya dapat menjadi awal yang baik untuk menguatkan sinergi kelembagaan dan menghadirkan Negara dalam memberikan pelindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh sebelum dan setelah bekerja baik dari aspek hukum, ekonomi dan sosial.
Lebih lanjut Benny menegaskan, bahwa PMI yang diberangkatkan resmi harus mendapatkan pelatihan dan pendidikan, sehingga mereka memiliki kompetensi, keahlian, ketrampilan, dan kemampuan berbahasa yang cukup.

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, saat diwawancarai usai menandatangani kesepakatan dengan BP2MI mengatakan, bahwa di Kabupaten Pekalongan banyak pekerja migran. Bupati sependapat bahwa para pekerja migran berjuang besar untuk negara. Oleh karena itu, para PMI harus diperhatikan oleh Pemerintah.