Pekerja Migran Penyumbang Devisa Terbesar ke-2

by
TANDA TANGANI - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menandatangani kesepakatan dengan BP2MI.

**Pemda Teken Kesepakatan

PEKERJA Migran Indonesia (PMI) merupakan penyumbang devisa negara terbesar ke-2, setelah sektor migas dan penyumbang devisa terbesar ke-3 yaitu sektor Pariwisata.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pelindungann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) , Benny Ramdhani, usai Penandatanganan Kesepakatan antara BP2MI dan sejumlah pemerintah daerah, termasuk Pemkab Pekalongan dan perguruan tinggi tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Aula Abdurrahman Wahid BP2MI.

Benny mengutarakan, negara wajib memberi penghormatan kepada para pekerja migran selayaknya kontingen atau duta-duta negara dalam Olimpiade dunia, Karena mereka menyumbangkan devisa yang sangat besar, yaitu sekitar 159,6 Triliun Rupiah per tahun.

“Hal ini tidak banyak diketahui publik, karena kurang dideklarasikan dalam acara-acara resmi, sehingga kita abai,” ungkap Benny.

Benny menyebutkan, ada sekitar 4,4 juta PMI bekerja di luar negeri yang diberangkatkan secara resmi. Namun, jumlah PMI illegal jumlahnya lebih banyak, yaitu sekitar 4,6 juta orang.