Miris, 10 Bulan Menikah Sang Istri Baru Tahu Suaminya Ternyata Perempuan

by
Ilustrasi pernikahan. Pojoksatu

Seorang perempuan di Jambi berinisial NA tengah ramai dibicarakan di jagat maya. Hal ini setelah pengakuannya telah menjalani pernikahan yang tidak biasa.

Seperti diberitakan Radar Tegal (Disway Group), selama 10 bulan menikah, dia baru tahu bahwa suaminya berinisial AA bukan seorang pria. Melainkan perempuan seperti dirinya. Ia mengaku mengenal AA, sejak Mei 2021 melalui aplikasi Tantan.

Saat berkenalan, AA mengaku pria muda lulusan dokter spesialis syaraf dari New York. Setelah berhubungan cukup lama, mereka memutuskan menikah siri. Padahal, perempuan itu sudah melakukan hubungan suami istri dengan suami yang mengaku dokter lulusan New York itu.

Perempuan 22 tahun itu tak menyangka pernikahannya harus kandas karena sosok suami yang dia nikahi 10 bulan lalu ternyata seorang perempuan. NA, yang merasa tertipu oleh suaminya karena melakukan pernikahan sejenis, akhirnya melaporkan kasus ini ke Pengadilan Negeri Jambi.

“Pernah nikah tanpa melalui KUA (nikah siri). Saya dijauhkan dengan orang tua saya, selama 10 bulan menikah saya tinggal serumah berdua dengannya. Dan awalnya saya tidak tahu dia itu bukan laki-laki,” ujar NA dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (16/6/2022).

Dalam persidangan, NA mengaku telah berhubungan suami istri, tetapi ia tidak tahu bahwa yang tidur di sampingnya itu adalah perempuan.

“Saya telah berhubungan intim secara langsung layaknya suami istri, tetapi saya benar-benar tidak tahu bahwa yang tidur bersama saya itu adalah perempuan, saya tidak pernah curiga karena telah diperkenalkan langsung pada keluarganya lewat video call,” ujarnya.

Mirisnya lagi, NA bahkan pernah mengeluarkan uang sebesar Rp30 juta lebih untuk terdakwa tanpa tahu uang tersebut digunakan untuk apa.

“Saya juga tidak mengetahui digunakan untuk apa uang tersebut. Saya tahunya dia mengaku sebagai seorang spesialis bedah syaraf dokter dan pengusaha batu bara serta lulusan luar negeri, New York. Akan tetapi, ketika saya cek untuk statusnya, tidak ada dalam daftar,” tuturnya.

NA juga mengaku pernah dibawa terdakwa ke tempat yang diakuinya sebagai ibu angkatnya. Saat itu, selama satu bulan dia hanya boleh berada di kamar saja. Namun, kecurigaan terhadap terdakwa dirasakan oleh ibu kandung NA, yakni SH, hingga akhirnya terbongkar.

Dalam persidangan tersebut, dirinya curiga melihat gerak-gerik menantunya. Ketika hendak mandi, menantunya tidak pernah buka bajunya. Terdakwa selalu mengenakan baju selayaknya perempuan. Karena curiga, ibu korban memaksa terdakwa untuk membuka baju di hadapannya.

“Saya minta dia untuk membuka bajunya di hadapan saya. Di situlah, dia ketahuan bahwa dia adalah perempuan,” katanya. (rateg/jpg)