Masyarakat Jenuh, Vaksin Booster Rendah

by
PERCEPATAN VAKSINASI - Perwakilan Kedubes Australia kunjungi Kabupaten Pekalongan untuk melihat percepatan vaksinasi Covid yang dilaksanakan PMI.

KEDUNGWUNI – Masyarakat kian jenuh dengan pandemi Covid-19. Itu salah satu faktor masih rendahnya capaian vaksinasi dosis tiga atau booster di Kabupaten Pekalongan. Hingga kemarin, cakupan vaksinasi booster baru 14 persen lebih.

“Vaksin booster kita masih perlu didorong. Kita masih di angka 14 sekian persen. Hampir 15 persen,” ujar Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar didampingi Kepala Dinkes Setiawan Dwiantoro dan Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, disela-sela kunjungan perwakilan Kedubes Australia di Aula Kecamatan Kedungwuni, kemarin. Perwakilan Kedubes ini melihat progress percepatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Pekalongan.

Padahal, capaian vaksinasi dosis 1 sudah di angka 87 persen. Dosis 2 mencapai 74 persen. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung percepatan vaksinasi di Kota Santri.

“Saya terima kasih ini terutama Pak Kapolres. Luar biasa. Di Hadi Bhayangkara ini ngebut. Termasuk di hari ini ada dukungan kawan-kawan dari PMI yang kerja sama dengan AIHSP,” ujar Sekda.

Dikatakan, target sasaran vaksinasi program PMI dengan AIHSP adalah 16 ribu. Fokus utamanya adalah lansia dan disabilitas. “Tadi kita sampaikan, kita punya databasenya. Ayok kita kejar terutama yang lansia ini. Data lansia by name by adress sudah ada di pemerintah daerah,” kata dia.

Ditargetkan, hingga bulan Agustus 2022 capaian vaksinasi booster bisa 40 persen.

Disinggung kendala masih rendahnya cakupan booster, Sekda mengatakan masyarakat sudah jenuh dan capek dengan pandemi Covid-19. Prosentase cakupan vaksinasi dosis 1 dan 2 dengan dosis 3 sangat jomplang.

“Kalau saya sih menyorotinya pemerintah harus kerja lebih keras terkait dengan menyadarkan bahwa Covid ini belum selesai. Herd immunity harus kita bentuk. Jadi ini sebenarnya menjadi tugas kami pemerintah untuk menyadarkan masyarakat bahwa pandemi belum selesai,” tandasnya. (had)