Perlintasan Jalan KH Mas Mansyur Kembali Disorot

oleh -
SIMPUL MACET - Kondisi jalan dan perlintasan sebidang di Jalan KH Mas Mansyur yang menjadi titik kemacetan kembali menjadi sorotan.

Sementara terkait kondisi jalan, menurutnya juga diperlukan komunikasi dengan PT KAI maupun pihak pemerintah pusat agar bagaimana bisa dilakukan perbaikan menyeluruh di titik tersebut. “Tidak masalah kalau harus ada support dari Pemkot yang penting sesuai dengan regulasi yang ada,” ujarnya.

Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid mengaku memang masalah di ruas jalan tersebut sudah bertahun-tahun terjadi dan dampaknya dirasakan masyarakat Kota Pekalongan. “Tadi ada usulan dari Dewan apakah kita bisa ambil alih khusus jalan itu. Menurut saya bukan hanya jalan itu yang harus diselesaikan, tapi juga yang menjadi PR kita bagaimana agar bus dan truk tidak melintas di dalam kota,” kata Wali Kota.

Dia menegaskan akan menindaklanjuti dan mengkoordinasikan kembali terkait solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Nanti kami juga akan minta masukan dari DPRD seperti apa supaya arah dan upaya kita ke depan jelas. Semoga ada solusi karena semua masyarakat merasakan dampak atas kondisi jalan di sana,” tandasnya.

*Jalingkut dan Fly Over

Pemkot Pekalongan sebelumnya telah mengusulkan sejumlah solusi terkait masalah di ruas jalan tersebut, mulai dari Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) hingga pembangunan fly over. Kedua solusi itu dipilih dalam rangka mengalihkan lalu lintas kendaraan berat agar tidak melintas di ruas jalan dalam kota. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan terkait rencana dan usulan tersebut.

Padaha usulan baik pembangunan Jalingkut maupun fly over disampaikan ke pemerintah pusat agar mendapatkan pendanaan. Bahkan usulan sempat disampaikan secara langsung kepada Menhub, Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Kota Pekalongan tahun 2019 lalu.

Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih menyampaikan secara langsung rencana pengajuan pembangunan fly over di Kota Pekalongan. “Tadi sudah kami sampaikan dan diminta untuk segera mengusulkan. Bahkan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga sudah melakukan survei dan kajian,” ungkap Sri Ruminingsih (23/6/2019) yang dikutip dari web resmi Pemkot Pekalongan.(nul)