Apresiasi Siswa dengan Gelar Karya

by
TINJAU - Kepala Dindik Kota Pekalongan ditemani Kepala SMPN 14 Pekalongan meninjau stand karya siswa.

Sementara itu, untuk projek yang ke dua SMPN 14 Pekalongan mengambil projek yang berkaitan dengan pencegahan perundungan. Karena menurutnya kasus perundungan masih banyak terjadi bahkan kadang tanpa disengaja seseorang melakukan atau mengalami perundungan. Oleh karenanya SMPN 14 Pekalongan membekali siswa dengan mencegah perundungan dengan berkarya.

“Jadi setelah siswa mengikuti program selama 12 kali pertemuan, mereka menghasilkan karya baik berupa opini, puisi, film pendek maupun cerpen yang semuanya betemakan perundungan dan dibuat sebuah antalogi sehingga setiap kelas memiliki satu buku antalogi. Hal ini tentunya jelas meningkatkan kreativitas serta literasi siswa,” jelas Izzah.

Sedangkan untuk projek ke tiga, SMPN 14 Pekalongan membuat pupuk organik. Hal ini selaras dengan sekolah yang sedang menuju sekolah Adiwiyata Nasional.

Diterangkan, projek pupuk organik dibuat secara berkelompok oleh siswa dengan memanfaatkan sampah organik yang terdapat di sekolah. Bahkan air yang digunakan pun merupakan air hujan yang sudah ditampung sebelumnya.

Dalam projek ke tiga ini, point yang hendak dicapai adalah menguatkan karakter dibidang akhlak terhadap alam sehingga tentu saja ada point kemandirian dan gotong royong. (mal)