Tunda Relokasi Pedagang Kuliner Alun-Alun

oleh -
AUDIENSI - DPRD menerima audiensi dari pedagang kuliner Alun-alun yang mengadukan permasalahan terkait rencana relokasi ke bangunan di baru di Pasar Sugihwaras.

Pranto menyatakan, rencana relokasi menjadi kekhawatiran bagi pedagang yang saat ini mencoba bangkit setelah pandemi. “Kini ada rencana relokasi yang membuat kami menjadi khawatir. Semoga bisa pertimbangkan agar kami tetap bisa menempati Alun-alun dengan ditata ulang seperti di kota lain,” harapnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Pekalongan, Erli Nufiati memaparkan bahwa rencana relokasi pedagang diawali dari kondisi Alun-alun yang sangat semrawut baik dari sisi pedagang maupun lalu lintas. Untuk itu, Pemkot bermaksud melakukan penataan di lokasi itu agar kondisinya lebih baik lagi.

Penataan Alun-alun juga sesuai dengan Perda nomor 9 Tahun 2020 tentang RTRW di mana disebutkan bahwa kawasan Alun-alun merupakan kawasan Ruang Terbuka Hijau sehinga direncanakan untuk menata Alun-alun menjadi taman dan memindahkan pedagang ke lokasi baru. “Tapi ada kendala lahan sehingga luasnya terbatas. Kemudian dilakukan hitung ulang dan dibangun sesuai yang sekarang dengan harapan 2 pedagang seluruhnya bisa tertampung,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Budiyanto menjelaskan, dengan kondisi kios saat ini pihaknya sudah menyiapkan tambahan fasilitas etalasi bagi masing-masing pedagang sehingga nantinya gerobak tidak perlu dibawa. Juga ada penambahan meja dan kursi sebanyak 16 buah bagi 26 pedagang serta satu bangku bagi pedagang kuliner kecil.

Pihaknya juga sudah menyiapkan terkait aksesibilitas diantaranya rambu-rambu, penataan parkir, dan rambu pintu keluar masuk. “Akses parkir dan pintu keluar masuk memang adanya seperti itu tapi kami siapkan pengaturan agar bisa manuver bagi kendaraan yang keluar masuk. Jumlah pedagang 263 dan seluruhnya tertampung. 210 pedagang fashion sudah menerima pindah dengan catatan tidak ada pedagang di Alun-alun,” tandasnya.(nul)