Tunda Relokasi Pedagang Kuliner Alun-Alun

oleh -
AUDIENSI - DPRD menerima audiensi dari pedagang kuliner Alun-alun yang mengadukan permasalahan terkait rencana relokasi ke bangunan di baru di Pasar Sugihwaras.

Anggota Komisi B, Budi Setiawan mengaku bahwa kondisi seperti ini sudah diprediksi sejak awal. Dirinya bahkan konsisten mengkritisi pembangunan pasar tersebut sejak awal dibangun. “Bangunan tidak layak, ketika kami lebih dari dua kali sidak ke sana melihat kondisinya sangat memprihatinkan. Kami kritik dari awal tentang kondisi kios, belum lagi parkir,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot tidak pernah belajar dari kesalahan. Sebelumnya ada kasus relokasi pedagang di Kawasan Jetayu yang juga gagal sehingga terkesan pemerintah membangun tanpa konsep dan asal-asalan. “Sehingga mohon ini dipending dulu, disiapkan dulu agar teman-teman pedagang bisa nyaman masuk ke sana dan jangan sampai pindah kemudian sepi. Jangan sampai pemerintah dianggap dholim. DED juga bisa dirubah. Yang paling penting semua bisa bekerja, komunikasikan dengan baik, jangan sampai pemerintah dikejar-kejar,” tambahnya.

*Dinilai Tidak Layak

Sebelumnya, perwakilan pedagang menyampaikan keluhan terkait rencana relokasi dan kondisi bangunan Pasar Sugihwaras baru yang dinilai tidak layak. Pedagang Kuliner Alun-alun, Ahmad Nasrudin mengatakan, pedagang menolak pindah karena tempat yang tidak idel dan aksesibilitas yang buruk.

“Harapan kami, kalau bisa kami tetap menempati Alun-alun dengan cata ditata ulang seperti daerah lain yang bisa mengkombinasikan Alun-alun dengan kuliner,” katanya.

Pedagang lain, Pranto Setiaji menambahkan, kios yang disiapkan bagi pedagang di lokasi baru dinilai tidak layak karena luasnya tiga kali lebih sempit dari lokasi yang kini ditempati pedagang di Alun-alun. “Kemudian akses jalan dan parkir yang hanya satu pintu akan membuat terjadi kesemrawutan. Kami melihat persiapan seperti ala kadarnya saja,” tuturnya.