Tunda Relokasi Pedagang Kuliner Alun-Alun

oleh -
AUDIENSI - DPRD menerima audiensi dari pedagang kuliner Alun-alun yang mengadukan permasalahan terkait rencana relokasi ke bangunan di baru di Pasar Sugihwaras.

Pihaknya juga akan mencoba berkomunikasi dengan Wali Kota Pekalongan terkait tindaklanjut rekomendasi tersebut. Seperti kemungkinan perubahan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Alun-alun yang sudah jadi, hingga penyusunan kembali rencana penataan Alun-alun yang dapat menghilangkan kesan semrawut dan kumuh namun tetap mengakomodir keberadaan pedagang kuliner.

Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir mengatakan bahwa memang dilihat dari kacamata masyarakat awam kondisi kios di lokasi baru memang tidak layak. “Dari Alun-alun dengan luas yang seperti itu kemudian dipindah ke lokasi baru yang luasnya hanya segitu, secara logika ini memang sulit terpenuhi,” tuturnya.

Azmi juga menyoroti tidak adanya kajian lanjutan yang dilakukan Pemkot Pekalongan terhadap bangunan Pasar Sugihwaras Baru. Padahal dalam prosesnya, pembangunan sempat terhenti sekitar satu setengah tahun karena adanya Pandemi Covid-19. Untuk itu dia mengajak Pemkot Pekalongan untuk kembali mengatur bersama tentang penataan Alun-alun dan pemindahan pedagang.

“Memang Alun-alun harus ditata, tapi tidak bisa dengan kondisi yang seperti ini. Karena di sana sudah berjalan puluhan tahun dan sudah terbentuk ekosistem tersendiri. Kami juga berkomitmen, kalau mau merubah DED dan butuh anggaran, kami siap dukung. Atau kalau akan dipindah ke lokasi lain yang lebih layak, dari sisi anggaran kami juga akan mendukung,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi B, Mabrur menambahkan, kondisi saat ini memang cukup rumit mengingat Pemkot sudah membangun lokasi baru dengan anggaran cukup besar. Pemkot juga telah selesai menyusun DED penataan Alun-alun yang tinggal menunggu untuk dilaksanakan. “Tapi menurut saya ini tidak harus buru-buru relokasi tapi dicarikan solusi yang tepat dulu sehingga bagi pedagang tidak begitu fatal akibatnya. Kalau DED Alun-alun bisa dirubah, maka dirubah dulu dan direncanakan kembali,” katanya.