Tiap Hari Ditemukan PMK

oleh -
SEMPROT DISINFEKTAN - Relawan PMI menyemprot disinfektan ke kandang ternak dan pasar hewan.

*Lalu Lintas Ternak Sulit Dikendalikan
*Pasar Hewan Akan Dibuka
*Anggaran Penanganan PMK Belum Ada

KAJEN – Di Kabupaten Pekalongan tiap harinya ditemukan ada kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak ruminansia, terutama pada sapi. Pasalnya, sifat penyakit PMK ini penyebarannya sangat cepat. Angka morbiditasnya 80 persen hingga 100 persen. Namun pemkab belum mengalokasikan anggaran untuk penanganan PMK, baik itu untuk pengadaan obat-obatan, disinfektan, maupun APD.

“Jadi sangat sangat cepat sekali penyebarannya. Disamping juga karena faktor kedisiplinan kita, terutama bagi peternak maupun para bakul-bakul,” ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, drh Arif Rahman, kemarin pagi.

Apalagi saat ini jelang Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Kurban). Sehingga pembatasan lalu lintas ternak sangat sulit dikendalikan.

“Mungkin kita sudah standby di pos-pos penjagaan atau pos-pos tertentu. Tapi kan mereka banyak melewati jalur-jalur yang tidak ada petugas,” kata dia.

Pasar hewan pun sudah tiga kali hari pasaran ditutup. Itu dilakukan untuk membatasi lalu lintas ternak. Selama penutupan, DKPP kerjasama dengan PMI lakukan penyemprotan disinfeksi pasar hewan dan kandang ternak.

“Karena di situ (pasar hewan) salah satu tempat pertemuan penyakit, pertemuan berbagai macam ternak dari berbagai macam daerah. Yang sangat cepat penularannya di situ. Selama ditutup ini kita bersihkan,” ungkapnya.