Ada 5.275 Anak Stunting di Batang

by
IKUTI - Kepala Bapelitbang Batang, Ari Yudianto saat menyampaikan paparan dalam Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Jateng, Senin (29/5/2022).

*Kasus Turun Tipis dari 2020

BATANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mencatat, selama 2021 ada sekitar 5.275 anak di wilayahnya yang masuk kategori stunting. Hasil ini didapatkan dari elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) yang dilakukan pada 37.302 bayi di Batang.

Kepala Dinkes Batang, Didiet Wisnuhardanto, melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Khotiq Mulyaningrum menjelaskan, secara presentase angka kasus di Batang tercatat sekitar 14,14 persen. Hasil ini mengalami penurunan dari tahun 2020.

“Di 2020 kemarin kami mencatat ada sekitar 15 persen. Memang kalau dilihat penurunannya belum terlalu signifikan. Tapi hal ini juga terkendala lantaran tidak semua bayi atau balita di Batang memiliki NIK. Dimana pelaksanaan e-PPBGM ini juga membutuhkan data diri dari balita ini. Sehingga banyak bayi yang sebenarnya kami ukur dan tes tetapi belum bisa masuk ke dalam sistem,” ujarnya.

Kepala Bappelitbang Batang, Ari Yudianto melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Endah KS menjelaskan, Pemkab Batang terus melakukan upaya perbaikan. Pihaknya bersama lintas sektor sudah membentuk tim percepatan penanganan stunting bahkan hingga desa-desa.

Saat ini pihaknya juga fokus menangani stunting di 25 desa yang ada di 7 kecamatan. Endah pun berharap OPD terkait saling bahu membahu dan mengoptimalkan anggaran untuk penurunan stunting.

“Stunting itu tidak hanya tanggung jawab Dinkes saja. Melainkan juga tanggung jawab semua sektor. Karena untuk penanganan stunting butuh intervensi spesifik 30 persen dari Dinkes Batang dan sisanya 70 persen merupakan intervensi sensitif dari OPD-OPD lain,” pungkasnya. (nov)