Diprotes, Pemkab Bangunkan Jembatan Darurat

oleh -
PEMANTAUAN - Kabid Prasarana Jalan dan Jembatan DPUPR Batang, Endro Suryono, saat memantau proyek pembangunan Jembatan Peturen, baru-baru ini.

BATANG – Proyek pembangunan Jembatan Peturen mendapat protes warga sekitar. Warga menilai penutupan akses jalan penghubung antar Kecamatan Warungasem dan Batang selama masa pembangunan itu berdampak pada sektor ekonomi dan pendidikan.

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Batang menyediakan jalur alternatif berupa jembatan darurat selama proyek pembangunan jembatan berlangsung. Setidaknya, bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Protes warga itu juga digambarkan dengan terpampangnya spanduk berukuran besar di lokasi pengerjaan, yang bertuliskan “Masyarakat Meminta Jembatan Darurat Untuk Akses Jalan”.

“Ya, warga mengeluhkan sulitnya akses jalan untuk bekerja, berdagang dan sekolah, apabila selama proses pembangunan Jembatan Peturen ini ditutup total. Warga harus memutar jalan sepanjang kurang lebih 4 kilometer,” ujar Lurah Manguneng, Zahroni, Senin (30/5/2022).

Ia mengatakan, warga harus memutar melalui jalan Desa Menguneng, Lebo, Sijono, Candi, Warungasem. Jalan tersebut menurutnya terlalu jauh. Untuk memangkas waktu, warga meminta Pemkab Batang membuatkan jembatan darurat.