Salurkan 1.050 Paket Makanan Tiap Hari, Dapur Umum YBM PLN Diapresiasi Walikota Pekalongan

by
DAPUR UMUM - Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid didampingi Manager UP3 PLN  Pekalongan Muhammad Khadafi saat meninjau dapur umum YBM PLN. Istimewa

KOTA PEKALONGAN – Bencana banjir rob yang melanda Kota Pekalongan membuat beberapa wilayah terutama di Kecamatan Pekalongan Utara dan Kecamatan Pekalongan Barat terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi.  Akibatnya, ratusan warga di wilayah terdampak mengungsi ke sejumlah posko pengungsian yang telah disediakan Pemerintah Kota Pekalongan. Bencana tersebut menggugah kepedulian dari berbagai lembaga maupun stakeholder untuk menyalurkan bantuan, salah satunya adalah Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.

YBM PLN mendirikan dapur umum untuk korban banjir rob di Kota Pekalongan, terhitung mulai 26-29 Mei 2022, yang dipusatkan di Halaman Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. YBM PLN ikut turun langsung menyalurkan bantuan untuk para korban melalui program Layanan Kesehatan dan Dapur Umum.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekalongan, Muhammad Khadafi, didampingi Manager Bagian Keuangan dan Umum, Endro Priyono, dan Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pekalongan Kota, Handhi Purna Nugraha, melakukan peninjauan Dapur Umum YBM PLN Peduli untuk mengecek secara langsung proses penyiapan paket makanan yang akan didistribusikan kepada para pengungsi korban banjir rob di sejumlah titik lokasi pengungsian, Jumat (27/5/2022).

Muhammad Khadafi menerangkan bahwa, YBM PLN senantiasa memberikan bantuan sosial kepada wilayah-wilayah yang terdampak bencana, salah satunya di Kota Pekalongan yang saat ini dilanda banjir rob.

“Kami bersinergi dengan adanya informasi dan menyampaikan eskalasi informasi terpusat bahwa kondisi di lapangan seperti apa, oleh karena itu YBM PLN mengirimkan  satu buah mobil food truck untuk membuka dapur umum dan dua mobil rescue saat diperlukan untuk evakuasi bencana yang berlangsung selama empat hari mulai tanggal 26-29 Mei 2022,” ujar Khadafi.

Khadafi menyebutkan, di Dapur Umum YBM PLN Peduli ini setiap harinya membuat menu makanan sebanyak 1.050 paket yang terbagi menjadi 3 kloter waktu pembagian, yakni masing-masing 350 paket makanan untuk disalurkan langsung ke lokasi-lokasi pengungsian terdampak banjir rob di Kota Pekalongan.

Ditambahkan Tim Respon Bencana YBM PLN, untuk personel yang diterjunkan dalam memasak menu makanan pengungsi sebanyak 7 orang untuk tim dapur dibantu relawan dan mahasiswa-mahasiswi Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Pekalongan yang menerima program beasiswa Generasi Cahaya Pintar (Gencar)  PLN, sedangkan untuk tim respon bencana sebanyak 3 orang.

“Menu makanan yang disediakan di dapur umum disini sangat bervariasi khususnya untuk ala masakan nusantara, misalnya saja untuk hari ini, tadi sarapan pagi kami membuat nasi goreng, menu siang masakan olahan ikan bawal, dan makan malamnya ayam kecap yang langsung kami bagikan ke para pengungsi banjir rob di Kota Pekalongan,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, H. Achmad Alf Arslan Djunaid, S.E., didampingi Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Hj. Sri Ruminingsih, dan Camat Pekalongan Barat, M. Taufiqu Rochman juga ikut meninjau ke lokasi dapur umum tersebut untuk melihat secara langsung proses perencanaan, kesiapan personel hingga logistik yang disiapkan untuk membuat paket makanan untuk para pengungsi.

Walikota Aaf menjelaskan bahwa, sebelumnya ia mengetahui keberadaan Dapur Umum YBM PLN ini dari informasi yang diterimanya dari Camat Pekalongan Barat.

“Alhamdulillah sekali pagi hari ini kami bisa melakukan tinjauan ke Dapur Umum yang didirikan oleh YBM PLN. Dapur umum ini sangat luar biasa dari menu yang disediakan, tenaga masaknya dari chef profesional, melibatkan juga ibu-ibu senam yang membantu melakukan packing makanannya,” ucap Aaf.

Aaf berharap, dengan adanya bantuan dapur umum YBM PLN ini bisa menjadi keberkahan bagi semua dan seluruh pengungsi bisa tercover dan terlayani dengan baik.
“Kami sampaikan terimakasih kepada jajaran YBM PLN yang sudah turut peduli terhadap korban banjir di Kota Pekalongan,” ungkapnya.

Selain memberi bantuan bagi warga terdampak banjir rob, PLN juga menerjunkan tim petugas kelistrikan untuk menyisir lokasi banjir rob sebagai upaya antisipasi terjadinya kerusakan jaringan listrik dan tersengatnya aliran listrik karena terendam air rob.

PLN mengimbau masyarakat, apabila banjir rob menggenangi rumah masing-masing dapat melakukan pengamanan kelistrikan secara mandiri. Langkah pengamanan kelistrikan yang dapat dilakukan terlebih dulu adalah memutus aliran listrik yang terhubung ke rumah dengan cara mematikan kWh meter. Selanjutnya cabut alat elektronik yang masih terhubung ke stop kontak dan naikkan ke tempat yang lebih tinggi.

Setelah banjir surut pastikan alat- alat elektronik dalam kondisi kering sebelum digunakan kembali, apabila masyarakat ingin melakukan pengaduan terkait dengan kelistrikan dapat melaporkan ke PLN melalui Aplikasi New PLN Mobile atau layanan Contact Center PLN 123. (way)