RSUD Limpung Tahun Ini Ditargetkan Naik ke Tipe C

oleh -
Pj Bupati Batang menyerahkan potongan tumpeng pada Direktur RSUD Limpung pada peringatan ulang tahun rumah sakit tersebut.

BATANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Limpung tahun ini ditargetkan naik kelas menjadi Tipe C. Untuk mengejar hal itu, saat ini pihak rumah sakit tengah menambah jumlah tempat tidur atau bed guna memenuhi batas minimal.

“Insyaallah tahun ini RSUD Limpung bisa naik dari tipe D ke C, karena persyaratan administrasi sudah terpenuhi. Diantaranya ketersediaan bed atau tempat tidur saat ini sudah tersedia 92 unit, tinggal sediki lagi,” ujar Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki usai menghadiri Ulang Tahun RSUD Limpung yang ke-5, Senin (30/05/2022).

Lani Dwi Rejeki menjelaskan, untuk segi teknis sendiri, agar bisa menjadi tipe C jumlah bed yaitu minimal ada 100 tempat tidur, sehingga tinggal menambah 8 lagi. Selain itu, persyaratan lainnya yaitu harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 (empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar dan 4 (empat) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik sudah tersedia.

“Sedangkan dari segi administrasi lainnya sudah siap, termasuk penilaian akreditasi setiap tahun sudah ada penilaian yang bagus. Jadi untuk meningkatkan ke tipe C sudah tidak ada kendala berarti, sehingga Insyaallah tahun ini bisa terlaksana,” kata Lani Dwi.

Pada kesempatan itu Pj Bupati juga mengungkapkan bahwa anggaran dari pusat ke daerah mengalami penurunan cukup besar, karena untuk penanganan Covid. Sehingga daerah harus memacu pendapatan asli daerah (PAD) untuk membiayai semua kebutuhan, mulai dari kesehatan hingga pendidikan.

“Jika pandemi Covid sudah berakhir, insyaallah pengurangan dana dari pusat tersebut pengaruhnya tidak terlalu berpengaruh terhadap pelayanan publik. Disisi lain, kita juga terus mengoptimalkan potensi PAD guna memenuhi kebutuhan di daerah, termasuk untuk pembangunan maupun pelayanan kesehatan,” jelas Lani Dwi Rejeki.

Direktur RSUD Limpung, dr Any Rusdiani menambahkan, untuk penganggaran guna meningkatkan sarana dan prasarana penunjang RSUD Limpung, pihaknya sudah mengajukan dukungan ke Bappeda agar bisa didukung dari dana APBD. Mengingat saat ini anggaran dari pemerintah pusat berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) mengalami pengurangan cukup besar.

“Untuk pengganggaran pengembangan RSUD Limpung, kita sudah ijin ke Bappeda agar bisa didukung dana APBD, bisa berasal dari bagi hasil dana cukai ataupun sumber lainnya,” ungkap dr Ani.

Untuk kesiapan lainnya, lanjut dr Ani, selain penambahan bed, RSUD Limpung juga sudah mempunyai master plan pengembangan, baik secara fisik maupun administratif. “Untuk izin-izin operasional kita kaitkan dengan akreditasi. Jadi komitmen mutu ini kita lihat dari akreditasi. Untuk akreditasi ini memang selama dua tahun ini memang tidak ada, pelaksaannya hanya melalui zoom meeting saja, sehingga kita harus jaga akreditasi ini 2023 di bulan Februari. Jadi kita masih mencoba untuk maju guna penilaian berikutnya,” tandas dr Ani. (don)