40 Ternak Terindikasi PMK

by -
TEMUKAN - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal temukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Kendal, tersebar di lima kecamatan.

*Pilih Tracing, Pemkab Enggan Tutup Pasar Hewan

KENDAL – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mewabah di Jawa Timur mulai ditemukan kasusnya di Kabupaten Kendal. Setidaknya sudah 40 hewan ternak yang terindikasi terserang PMK, di mana populasi ini tersebar di lima kecamatan. Dari jumlah itu, delapan di antaranya positif PMK dari hasil uji lab, sementara sisanya menunjukkan gejala yang sama.

Terhadap temuan ini, Pemkab Kendal memutuskan untuk tidak menutup tempat perdagangan sapi atau pasar hewan, meski edaran dari pemerintah pusat merekomendasikan hal tersebut. Sebagai upaya pengendalian PMK, Pemkab akan mengoptimalkan tracing dan testing terhadap hewan ternak.

“Secara aturan, rekomendasi dari pemerintah pusat boleh menutup tempat untuk perdagangan hewan ternak. Tapi itu tidak harus atau wajib,” kata Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, usai kegiatan pelantikan pejabat tinggi pratama, Jumat (27/5/2022), di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.

Dico menyebut kasus PMK di Kendal masih bisa dikendalikan, dan Pemkab sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk melakukan tracing dan testing yang lebih besar. Sehingga Pemkab mengabil sikap belum akan menutup tempat untuk perdagangan hewan.

“Ini kan mau masuk ke Idul Kurban, kita berharap kegiatan perekonomian tetap berjalan. Tapi kita tetap waspada, kita lakukan tracing dan testing intensif,” ungkapnya.