Sekolah Penggerak Semakin Memukau

by
BERFOTO - Jajaran tim sekolah penggerak berangkat bersama Kepala SMPN 14 Pekalongan sebagai salah satu sekolah terpilih di Kota Pekalongan.

KOTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI meluncurkan Program Merdeka Belajar episode Sekolah Penggerak. Program ini meliputi penguatan sumber daya manusia, pembelajaran, perencanaan, digitalisasi layanan sekolah, dan pendampingi pemerintah daerah yang sekaligus sebagai wujud kolaborasi antara Kemendikbudristek dengan pemerintah daerah (pemda), dimana komitmen pemda menjadi kunci utama. Program Sekolah Penggerak sendiri merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dengan terciptanya pelajar pancasila.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan melalui Sekretaris Dindik sekaligus Ketua Program Management Office (PMO), Mabruri mengungkapkan bahwa, jajaran Dinas Pendidikan senantiasa mendukung keberhasilan Program Sekolah Penggerak (PSP) di Kota Pekalongan. Mabruri menyebutkan, hingga tahun 2022 ini, sebanyak 17 satuan pendidikan (Satdik) di Kota Pekalongan telah lolos dan ditetapkan menjadi pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP). Dari total pelaksana Sekolah Penggerak, 7 diantaranya lolos pada angkatan pertama terdiri dari 2 satdik jenjang PAUD, 3 satdik jenjang SD, dan SMP sebanyak 2 satdik, dan angkatan kedua mendapat tambahan 10 satdik terdiri dari 3 satdik jenjang PAUD, 5 jenjang SD, dan 2 satdik jenjang SMP.

“Yang sudah berjalan selama satu tahun ini adalah angkatan 1 yang ditindaklanjuti dengan menyelenggarakan kegiatan Gelar Karya Sekolah Penggerak. Sementara, untuk angkatan 2 kami sudah mulai memfasilitasi pelatihan baik untuk guru maupun kepala sekolahnya, sehingga nanti pada akhir tahun ini mereka kegiatannya sudah sama dengan kegiatan Sekolah Penggerak angkatan pertama,” terang Mabruri, belum lama ini.

Disamping itu, lanjut Mabruri, dukungan Dinas Pendidikan juga dilakukan melalui pemberian dana intensif kepada sekolah-sekolah penggerak untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di dalamnya. Sedangkan, untuk dana-dana lain juga difasilitasi untuk keperluan pertemuan, koordinasi dan pelatihan yang bersinergi dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi, Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP-PAUD dan Dikmas) Provinsi Jawa Tengah dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika Yogyakarta.

“Kami berusaha untuk memberikan dukungan, memback up termasuk memfasilitasi gelar karya agar bisa menunjukkan sejauh mana produk-produk sekolah penggerak yang sudah dilakukan, kegiatan apa saja di dalamnya yang sudah dilaksanakan, dan mereka juga kami fasilitasi untuk pengimbasan ke sekolah-sekolah yang saat ini belum ditunjuk sebagai Sekolah Penggerak,” tegasnya.