Sungai Besar Meluap, Pemukiman Utara Tanggul Terisolir

oleh -
TINJAU BANJIR - Danramil Wiradesa Kapten CPM Abdul Khamim bersama Babinsa terjun ke lokasi banjir rob di Dukuh Pantairejo, Desa Wonokerto Kulon, kemarin siang.

*Banjir Rob, Sungai Besar Melup

WONOKERTO – Sejumlah desa di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan tergenang banjir rob. Kondisi diperparah intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini. Sungai-sungai besar tak mampu menampung air, sehingga debitnya meluap masuk ke pemukiman melalui tanggul yang rusak atau jembatan. Sementara akibat banjir rob, wilayah pemukiman di sebelah utara tanggul bahkan terisolir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, kemarin, menerangkan, di Kecamatan Tirto banjir melanda Desa Tegaldowo, Karangjompo, dan Desa Mulyorejo. Untuk Kecamatan Siwalan, banjir terjadi di Desa Depok. Disebutkan, di Desa Tegaldowo, banjir rob terjadi di Dukuh Cokrah RT 1 dan 2 di RW 1, Dukuh Tegaldowo Timur RT 6, 7, 8, 9, dan 10 di RW 3. Ketinggian air 5 cm hingga 30 cm. Ada 115 rumah terdampak, dengan 429 jiwa. “Tidak ada warga yang ngungsi,” kata dia.

Untuk Desa Karangjompo, banjir rob di Dusun Dampyak Barat RT 1,2 dan 3 (RW 5). Sebanyak 163 rumah terdampak banjir rob, dengan 526 jiwa (215 KK). “Ketinggian air di sini 5 cm hingga 25 cm,” terang Budi.

Sementara itu, di Desa Mulyorejo banjir rob mengepung RT 6, 9, dan 10 (RW 3). Ada 10 rumah terdampak, dengan 75 KK atau 113 jiwa. Ketinggian air 10 cm hingga 20 cm.
“Di Desa Depok ada 500 rumah terdampak banjir rob. Dengan 600 KK atau 2000 jiwa terdampak. Ketinggian air 10 cm hingga 40 cm,” katanya.

Banjir rob itu terjadi akibat rob air laut cukup besar. Sehingga meluap melalui Sungai Meduri, Sengkarang, dan Silempeng. Luapan air rob masuk ke jalan dan pemukiman warga.

Untuk penanganan darurat, kata dia, masyarakat melakukan gotong royong menutup tanggul yang melimpas dengan karung diisi tanah. Karung itu bantuan dari BPBD, DPU dan Taru, dan Pusdataru Provinsi Jateng. Untuk tanah, bantuan dari BBWS dan tenaga kerjanya dari masyarakat. “Juga dilakukan penyedotan banjir dengan pompa air dari DPU dan Pusdataru,” imbuhnya.