Kasus BSPS Masih Berstatus Penyelidikan

by
Ali Nurudin, Kajari Batang

*40 Saksi Sudah Diperiksa

BATANG – Sejak mencuat pada akhir 2021, belum ada perkembangan terkait kasus dugaan korupsi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Batang.

Sudah lima bulan, status penanganan kasus itu masih dalam tahap penyelidikan di seksi pidana khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Batang.

“BSPS masih pengumpulan data. Statusnya masih penyelidikan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Batang, Ali Nurrudin, Kamis (19/5/2021).

Saat ditanya kendala, ia mengatakan bahwa penanganan perkara itu membutuhkan kecermatan hukum, dan alat bukti. Pihaknya berhati-hati dalam penanganan kasus itu.

Hingga saat ini, Kejari Batang sudah memeriksa 40 saksi. Ada di antaranya adalah anggota DPRD Kabupaten Batang. “Kami kan harus hati-hati, ini kan masalah pungli bukan proyek perumahannya. Pada akhirnya nanti kami akan kasih tahu,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi indikasi pungutan liar (pungli) dalam program BSPS itu. Adapun nilai bantuan itu Rp 20 juta untuk perbaikan satu unit rumah. Total, ada 201 unit rumah yang mendapat kucuran BSPS untuk perbaikan.