Kirab Budaya Tahun Ini Bakal Meriah, 9 Kereta Kencana Siap Dihadirkan

by
KIRAB - Prosesi kirab budaya HUT Batang tahun 2021 lalu di area Pendopo Kabupaten Batang

BATANG – Kirab Budaya Peringatan HUT Batang beberapa tahun terakhir digelar sederhana di dalam Pendopo Kabupaten Batang, lantaran pandemi. Namun tahun ini penyelenggaraan kirab budaya bakal dilangsungkan secara meriah.

Nantinya ada arak-arakan kereta kencana yang berkeliling keluar area Pendopo Kabupaten Batang. Selain itu kirab budaya bisa disaksikan oleh masyarakat umum.

“Kirab akan digelar 20 Mei 2022. Dua tahun terakhir kirab budaya yang selama ini ditunggu-tunggu masyarakat tidak bisa dilaksanakan secara meriah. Tahun ini, kirab budaya kami rencanakan secara meriah kembali sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Achmad Taufiq di kantornya.

Ia menjelaskan jika pusaka akan dikirabkan mulai dari Pendopo, Jl Ahmad Yani, Gajahmada, kemudian menuju ke utara di Jl KH Ahmad Dahlan, Brigjen Katamso, RA Kartini kemudian berakhir di Pendopo. Bupati Batang Wihaji dan wakilnya Suyono bersama keluarga akan diarak menggunakan kereta kencana.

Begitu juga dengan anggota Forkopimda, alim ulama, dan tokoh masyarakat. Kereta kencana sepesial dari Solo akan dinaiki oleh Bupati. Setiap kecamatan akan membawa satu gunungan. Isinya mencerminkan hasil bumi dari masing-masing kecamatan. Seperti, padi, palawija, sayur-sayuran, sampai ikan. Pakaian peserta menggunakan batik Geringging.

Tombak Abirawa akan diarak bersama tombak-tombak lain yang akan dibawa keluarga ahli waris. Jumlahnya sekitar 17 tombak. “Ini akan kami suguhkan kepada seluruh masyarakat. Pejabat eselon dua dan tiga semuanya akan ikut kirab. Kami juga menyiapkan sembilan kereta kencana, satu kereta kami datangkan dari Solo,” terangnya.

Meski bakal digelar lebih meriah, penyelenggara juga tetap melakukan pembatasan untuk antisipasi. Dimana tiap kecamatan hanya mengirimkan 15 peserta untuk mengikuti kirab.

“Dahulu pesertanya tidak terbatas. Biasanya bisa mencapai 100 orang tiap kecamatan. Kami pilih tanggal 20 Mei karena pandemi covid pada 8 April belum membaik. Selanjutnya waktu berbarengan dengan bulan Ramadhan dan lebaran,” pungkasnya. (nov)