Pemda Perketat Lalu Lintas Ternak

by
RAKOR - Pemkab Pekalongan bersama TNI dan Polri menggelar rakor penanganan PMK di Aula Lantai 1 Setda, kemarin.

“Kami juga melakukan surveilans aktif ke tempat risiko tinggi seperti rumah pemotongan hewan, penampungan ternak, pengepul, hingga ke kandang yang populasinya besar,” katanya.

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, usai rakor, mengatakan, meski sudah ada kasus positif PMK, dari hasil rakor tadi belum menetapkan status wabah PMK di Kabupaten Pekalongan. Karena untuk menentukan status itu banyak pertimbangannya. Salah satunya jangan sampai terjadi kepanikan.

“Tapi tadi kita sepakati untuk membentuk gugus tugas penanganan PMK di Kabupaten Pekalongan. Leading sektornya Bidang Peternakan, DKPP. Gugus tugas ini anggotanya nanti lintas sektor. Kita libatkan juga Polres dan Kodim karena ini terkait lalu lintas ternak,” tandasnya.

Ia menyebut gugus tugas ini akan memiliki peran yang sangat penting dalam memanage penanganan PMK. Apalagi ini menjelang Idul Adha. “Gugus tugas nanti yang akan menjadi ujung tombak dalam menangani PMK di Kabupaten Pekalongan. Gugus tugas ini juga menyiapkan logistiknya, obat-obatannya, APD petugas, termasuk menyiapkan SDM-nya untuk melakukan komunikasi dan edukasi di masyarakat,” ujar Akbar.

Rakor yang dihadiri Wabup Riswadi, Kapolres AKBP Arief Fajar Satria, camat, kapolsek, dan danramil ini juga menyepakati untuk menutup sementara Pasar Hewan Kajen. Untuk tahap permulaan ini penutupan selama tiga kali hari pasaran. “Kapan kira-kira akan dibuka lagi tentu nanti kami mintakan pendapat dari gugus tugas,” kata Sekda.