Pemda Perketat Lalu Lintas Ternak

by
RAKOR - Pemkab Pekalongan bersama TNI dan Polri menggelar rakor penanganan PMK di Aula Lantai 1 Setda, kemarin.

*PMK Dipastikan Masuk Kota Santri
*Pemda Bentuk Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran PMK

KAJEN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan memastikan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak telah masuk ke Kota Santri. Hal itu berdasarkan hasil uji sampel yang dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates Yogyakarta, semuanya dinyatakan positif terinfeksi PMK.

Plt DKPP Kabupaten Pekalongan Yudhi Himawan, dalam Rakor Penanganan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak di Aula Lantai 1 Setda, Rabu (18/5/2021), menyampaikan, berdasarkan hasil uji sampel yang dikirim ke BBVET Wates, semua sampel dinyatakan positif terinfeksi PMK. Artinya, ia memastikan penyakit akibat virus RNA ini sudah masuk ke Kabupaten Pekalongan.

“Pada 14 Mei lalu, enam sampel diambil dari 10 ekor sapi di Desa Dadirejo, Tirto, dan lima sampel diambil dari 9 ekor sapi di Desa Ambokembang, Kedungwuni. Semua sampel hasilnya positif terinfeksi PMK,” ujar Yudhi.

Atas temuan itu, pihaknya telah mengambil langkah-langkah responsif. Yakni merekomendasikan penutupan Pasar Hewan Kajen. Penutupan dilakukan selama tiga kali hari pasaran sejak Rabu (18/5/2022) kemarin. Paska itu, pihaknya akan melakukan evaluasi perkembangan PMK di Kabupaten Pekalongan dan daerah sekitarnya. Jika kasus masih tinggi, tidak menutup kemungkinan penutupan akan diperpanjang. Jika kasus bisa terkendali, pasar hewan bisa dbuka kembali.

Langkah selanjutnya, pihaknya bekerjasama dengan Polres Pekalongan melakukan pemantauan lalu lintas ternak di cek point daerah perbatasan dengan kabupaten tetangga. Yakni di Talun yang berbatasan dengan Batang, Kesesi berbatasan dengan Pemalang, dan Paninggaran yang berbatasan dengan Banjarnegara.