Tiga Residivis Rampas Hp

by
PISTOL MAINAN: Dengan menyaru polisi bersenjatakan pistol mainan, tiga residivis merampas handphone milik warga.

**Kelabui Korban dengan Nyaru Polisi

KAJEN – Dengan menyaru menjadi anggota polisi, tiga residivis kambuhan merampas sejumlah handphone milik warga.

Sasaran polisi gadungan itu adalah sekelompok warga yang tengah melakukan tong tong prek untuk membangunkan sahur saat Ramadan lalu. Berlagak ingin menertibkan petasan yang dilarang, ketiganya merampas handphone milik para korban. Untuk meyakinkan aksi kejahatannya itu, ketiga pelaku membawa senjata api yang ternyata pistol mainan.

Tiga orang itu ialah Muhammad Arfan alias Apang (28), Mizanudin alias Jeber (29), dan Purwanto alias Cempluk (30). Ketiganya sama-sama residivis dari Kecamatan Buaran dan Doro, Kabupaten Pekalongan.

Dalam beraksi, mereka berbagi tugas dan berakting selayaknya polisi yang tengah melakukan razia petasan. Jeber bertindak sebagai komandan. Ia residivis empat kali dalam kasus penadahan, curanmor, pengeroyokan, dan jambret. Mereka menodongkan pistol mainan untuk menakut-nakuti dan meyakinkan korban jika mereka adalah polisi. Aksi kejahatan dengan menyaru anggota polisi ini dari inisiatif mereka, agar aksinya berjalan mulus.

“Pistol mainan ini milik keponakan saya,” kata Jeber, warga Desa Coprayan, Buaran, dalam ekspose kasus itu di Mapolres Pekalongan, baru-baru ini.

Mereka beraksi pada dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB. Masing-masing mengenakan sweater hitam agar dianggap seperti polisi. Sasarannya, warga yang tengah bermain petasan.

“Kami datangi mereka. Kami todongkan senjata ke atas sambil teriak jangan bergerak. Kami minta Hp mereka dengan alasan untuk mencari bukti chat pembelian bahan mercon. Kami sita saja. Kami suruh ambil kembali Hp-nya di balai desa besoknya. Padahal kami ndak pernah ke balai desa,” jelas Jeber.