19 Sapi di Kajen Terindikasi PMK

by
CEK SAPI - Penyuluh peternakan bersama polisi melakukan pengecekan ternak sapi di Desa Sawangan, Paninggaran, kemarin.

Ia belum bisa memastikan kondisi PMK di Kabupaten Pekalongan ke depannya. Namun, dalam sepekan ke depan pihaknya akan aktif menerjunkan surveilans ke lapangan.

“Untuk saat ini harga ternak mulai ngangkat. Karena kondisi seperti ini, ternak langka, harganya naik. Di Jawa Timur rata-rata pasar hewan sudah tutup. Kalau kita tidak ikut nutup bisa masuk semua ke sini nantinya,” ujar dia.

Ditekankan, penyakit PMK bukan zoonosist atau penyakit yang menukar ke manusia. Namun efek ekonominya luar biasa karena kerugian yang dialami peternak besar. Produktivitas ternaknya akan langsung turun drastis.

“Untuk hewan dewasa kematiannya rendah, di bawah 5 persen. Tapi penyebaran dalam satu populasi bisa 100 persen terkena. Ketika di kandang ada lima ekor dan terkena satu, dalam waktu dekat yang lainnya kena,” terang dia.

Untuk sapi muda atau pedhet, tingkat kematiannya bisa sampai 80 persen. Jika menyerang sapi bunting bisa keguguran.

“Karena ini penyakit virus, sebenarnya tidak ada obatnya. Yang kita lakukan itu terapi supportif. Misalnya kita suntik antibiotik biar tidak ada infeksi lain masuk. Kita suntik vitamin untuk mempercepat penyembuhan lukanya. Luka-luka itu kita celup disinfektan, kita celup asam. Karena virus ini kan di bawah Ph di bawah 6 atau Ph di atas 9 biasanya inaktif atau mati,” tandasnya. (had)