19 Sapi di Kajen Terindikasi PMK

by
CEK SAPI - Penyuluh peternakan bersama polisi melakukan pengecekan ternak sapi di Desa Sawangan, Paninggaran, kemarin.

KAJEN – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak diindikasikan sudah masuk Kota Santri. Sebanyak 19 ekor sapi suspek PMK. Dengan rincian, 10 ekor di Kecamatan Tirto dan 9 ekor di Kecamatan Kedungwuni.

“Ini tadi kita rakor teknis melibatkan Polres, Satpol PP, BPBD, Perindag, dan lain-lain. Besok (hari ini, red) juga kita rencananya Bupati minta rakor juga melibatkan Polres dan Dandim,” terang Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, drh Arif Rahman, kemarin siang.

Disingggung apakah sudah ada temuan kasus PMK di Kabupaten Pekalongan, ia menyebutkan sudah ada 19 ekor sapi yang terindikasi atau suspek PMK. Yakni, ada 10 ekor di Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto dan 9 ekor di Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni.

“Itu kandang pengepul sama di kandang jagal (yang di Ambokembang). 19 ekor ini sudah diambil sampel oleh Balai Besar Veteriner Wates, ini kita masih nunggu hasil lab. Jadi kami juga belum berani mengatakan itu terkonfirmasi atau tidak,” katanya.

Ditanya berapa lama hasil lab itu keluar, Arif mengatakan, dalam kondisi normal, kalau tidak ada masalah, harusnya keluar sehari. Tapi karena kasusnya banyak, kemudian alat ujinya terbatas, mungkin antre. “Mungkin kira-kira semingguan (hasil lab keluarnya),” katanya.