Musim Giling Tebu, Bupati Fadia Berharap Petani Tambah Berkah

by

Bakal Dongkrak Hasil Panen

Mengawali musim giling tebu Pabrik Gula Sragi di Kabupaten Pekalongan, Selasa (17/05/2022) mengelar tradisi pengantin tebu sebagai rasa syukur atas panen tahun ini. Untuk itu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berharap petani dan karyawan PG Sragi tambah berkah.

Adapun dalam prosesi pernikahan tebu dibuat boneka mirip pengantin manusia. Bahkan tradisional prosesi pengantin tebu sudah terdengar warga di sekitar pabrik gula Sragi Kabupaten Pekalongan. Kirab pengantin tebu dilakukan pukul 11.00 wib pagi dengan mengelilingi area sekitar pabrik gula.

Ratusan warga berbondong-bondong ingin melihat tradisi tahunan yang dilakukan pabrik gula Sragi. Tahun 2022 ini mengawali musim giling tebu dua buah tebu yang diberi nama Manis Tangguh Bagya dan Roro Gendhis Piranti siap dinikahnkan.

Adapun pengantin tebu pria berasal dari Desa Kesincen Pemalang sementara pengantin tebu perempuan dari Kesesi rejo, Bodeh Kabupaten Pemalang. Sedangkan Batang tebu dililit dua buah boneka yang menggunakan baju pengantin dan diberi nama kedua mempelai.

Setelah dikirab keliling area pabrik gula sampailah di pelaminan atau tempat penggilingan tebu. Suara lirih gendingan Jawa mengawali prosesi peletakan sang pengantin di mesin penggilingan.

Tak lupa tebu pengiring pengantin ikut di letakan di mesin penggiling oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Manager PG Sragi sejumlah karyawan pabrik gula.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa tradisi selamatan Giling Tebu PG Sragi patut dilestarikan. Bahkan budaya langka tersebut bisa dijadikan sebagai destinasi wisata tahunan.

“Tradisi ini sangat bagus bisa menjadi destinasi wisata malah kalau perlu dilakukan lebih besar di Kabupaten Pekalongan yang unik. InsyaAllah dengan tradisi selamatan ini dapat menambah berkah baik untuk para petani juga para karyawannya, ” harap Bupati.

Untuk ikut mendongkrak hasil tebu melimpah, Bupati akan memperhatikan adanya koperasi untuk para petani tebu. Sehingga mereka mau lebih aktif menanam tebu dan mudah mendapatkan modalnya, karena masalahnya sekarang banyak petani tebu pinjam modal.

“Jadi yang saya dengar mereka itu banyak pinjam keluar dengan bunga yang tinggi sehingga hasilnya pun petani akan dapat hanya sedikit. Dengan adanya koperasi mereka hasilnya tambah meningkat, ” ungkapnya.

Tradisi pengantin tebu tersebut sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi covid-19 dan di tahun 2022 pihak pabrik gula menyelenggarakan karena kondisi covid-19 yang semakin menurun

Manager PG Sragi Tegoeh Narwanto menyampaikan tradisi pengantin tebu merupakan warisan budaya secara turun temurun yang harus dilestarikan sebagai tanda bersyukur atas hasil bumi yang diberikan tuhan yang maha esa. Tak hanya itu karyawan pabrik juga berharap selalu diberi keselamatan dalam bekerja menggiling tebu menjadi gula.

“Kegiatan ini merupakan sejarah dari sejak zaman Belanda dulu untuk menunjukkan pada masyarakat sekitar bahwa PG Sragi akan mulai beroperasi untuk giling tebu. Dan masyarakat juga mendukung terbukti dengan banyaknya Animo masyarakat di depan yang sangat berharap lebih meriah sehingga perekonomiannya hidup, artinya ada karyawan ada tenaga kerja di lapangan kerja terhadap pekerja di kebun bisa memperoleh hasil dari beroperasinya PT Sragi, “imbuhnya.

Sebagai tanda dimulainya giling tebu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersam Manager PG Sragi, Sekda dan Pejabat Lainya secara simbolis menekan tombol sirine. (yon)