Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Tirto Butuh Tambahan Mesin Pompa

by
Banjir yang menggenangi permukiman warga i bantaran Sungai Bremi Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat sejak Senin (16/5/2022), hingga Selasa (17/5/2022) pagi tak kunjung surut. Wahyu Hidayat

KOTA – Banjir yang menggenangi permukiman warga i bantaran Sungai Bremi Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat sejak Senin (16/5/2022), hingga Selasa (17/5/2022) pagi tak kunjung surut.

Untuk mengurangi debit air, warga harus menggunakan mesin pompa air berukuran kecil yang tersedia di lokasi tersebut. Hanya saja, kapasitas pompa masih kurang, selain itu pompa tersebut sering macet karena tersumbat sampah.

Hanya dengan pompa air portabel berukuran kecil, dibantu mesin pompa berukuran sedang yang terpasang di tepi sungai, warga berharap bisa segera terbebas dari banjir. Pompa tersebut mereka gunakan untuk membuang air yang merendam kampung mereka ke aliran sungai.

Sayangnya, mesin pompa yang ada berkapasitas kecil dan sering terkendala macet. Hal itu membuat mesin tersebut tidak maksimal menyedot air dari permukiman. Warga berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan pompa air tambahan yang lebih layak.

Salah seorang warga setempat, Amat Anizar, menuturkan sampai Selasa pagi ketinggian air masih sekitar 60–70cm. “Ini di sini terkendalanya mesin pompanya  ini sampah kan banyak, mesinnya terumbat. Makanya ini kita mengeluh, mesin terlalu kecil, jadi debit air kurang mengatasi lari ke sungai. Harapannya ya semoga tambahi mesin lagi, mesin penyedot, sama peninggian tanggul,” katanya.

Banjir yang merendam rumah-rumah warga di bantaran Sungai Bremi ini berawal dari hujan deras selama dua jam pada Senin (16/5/2022) pagi. Akibat tanggul yang rendah dan minimnya peralatan pompa, air langsung merendam permukiman warga setempat dengan ketinggian 50 hingga 80 centimeter. (way)