Pagardika Minta Tenaga Kependidikan Bisa Masuk Formasi PPPK

by
HALAL BI HALAL - Para guru dan tenaga kependidikan honorer menyempatkan selfie bareng Bupati Wihaji dan Wabup Suyono saat giat HBH di GOR Abirawa, kemarin.

BATANG – Pagardika (Paguyuban Tenaga Pendidik dan Kependidikan) Kabupaten Batang menggelar Halal bi Halal di GOR Indoor Abirawa, Kamis (12/05/2022). Dalam kesempatan ini, Ketua Pagardika, Soebono berharap ke depannya tak hanya guru tetapi juga ada formasi PPPK untuk tenaga kependidikan.

“Kami berharap semua guru atau tenaga kependidikan non ASN ini bisa menjadi CPNS atau PPPK. Kalau yang usianya belum 35 tahun bisa CPNS, tapi yang sudah usia di atas itu harapanya bisa jadi PPPK. Oleh karenanya kami berharap ke depan juga bisa ada formasi PPPK untuk tenaga kependidikan,” harap Soebono.

Dikatakannya, guru dan tenaga kependidikan non ASN yang terdata di Dapodik sekitar 2.300 orang dari total 2.600 guru dan tenaga kependidikan non ASN. Meski masih berstatus non ASN, Pemkab Batang memberikan insentif BOSDA. Di mana para tenaga non ASN mendapatkan insentif mulai dari Rp500 ribu hingga Rp 1,5 juta.

“Insentif yang diberikan Pemkab bervariasi. Tergantung dari posisi mereka sebagai guru atau tendik, kualifikasi pendidikan, dan juga lama pengabdian. Insentif ini termasuk tinggi dibandingkan kabupaten kota tetangga. Sehingga ada beberapa yang ingin pindah Batang karena insentifnya tinggi,” imbuh Soebono.

Bupati Batang, Wihaji yang menghadiri Halal Bi Halal menjelaskan, Pemkab Batang setiap tahunnya mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp34 miliar untuk insentif guru dan tenaga kependidikan non ASN.

“Insentif itu dianggarakan melalui Bantuan Operasional Daerah (BOSDA), nilai insentifnya yang diterima tiap bulanya bervariasi sesuai dengan masa pengabdian,”kata Wihaji.