Warga Pertanyakan Kelanjutan Proyek Penangan Rob

by
PERTEMUAN - Sejumlah warga terdampak rob dan limpasan Kali Loji dengan didampingi salah seorang anggota DPRD mendatangi Kantor DPUPR Kota Pekalongan dan mendapatkan penjelasan tentang proyek penanganan rob dari BBWS dan DPUPR, Kamis (12/5/2022).

**Datangi DPUPR

KOTA – Sejumlah warga Kelurahan Kauman dan Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, terutama yang tinggal di sekitar Jalan Surabaya dan Jalan Semarang, mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Kamis (12/5/2022).

Kedatangan mereka adalah untuk menanyakan tentang sejauh mana proyek penanganan banjir rob di Kota Pekalongan senilai hari Rp1,3 triliun dari pemerintah pusat yang sudah berjalan. Mereka gelisah, lantaran setahu mereka proyek tersebut sudah berjalan, namun kenapa wilayah mereka masih saja tergenang rob dan terkena limpasan dari Sungai Loji.

Kedatangan sejumlah warga itu didampingi oleh salah seorang anggota DPRD Kota Pekalongan, Fauzi Umar Lahji. Mereka diterima oleh Kepala DPUPR Bambang Sugiarto di ruangannya. Di lokasi tersebut hadir pula perwakilan dari BBWS Pemali Juana, selaku kepanjangan tangan dari Kementerian PUPR dalam kegiatan penanganan rob di Kota Pekalongan.

Di dalam ruangan tersebut, perwakilan warga itu akhirnya mendapat penjelasan dari Kepala DPUPR dan pelaksana teknis dari BBWS. Termasuk tentang tahap-tahap proyek penanganan rob yang saat ini sudah, sedang dan akan dikerjakan.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa proyek penanganan rob di Kota Pekalongan yang terbagi menjadi tiga paket, saat ini masih terus berjalan dan ditargetkan selesai pada 2023 mendatang. Namun dalam pelaksanaannya memang ada sejumlah kendala. Misalnya saja terkait pembebasan lahan di sepanjang bantaran Sungai Loji yang terdampak proyek penanganan rob paket 1, masih banyak yang belum selesai apalagi banyak tanah/bangunan setempat yang statusnya SHM.

“Data yang terdampak sudah kami serahkan semua ke pemkot untuk ditindaklanjuti. Kami tidak bisa bergerak kalau yang terdampak itu belum klir. Misal yang di daerah Patiunus. Intinya kita memang kemarin bersepakat bahwa Juni Juli nanti di situ sudah bisa kita kerjakan, dengan harapan terkait lahan sudah klir,” ungap Agus Prinyanto selaku perwakilan dari BBWS.