Pengawasan Hewan Ternak Diperketat, Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku

by

KAJEN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan dan Polres Pekalongan memperketat pengawasan hewan ternak. Pantauan ke pasar hewan dan kandang dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Dokter hewan Mu’tassimbillah dari DKPP, kemarin, mengatakan, pihaknya kemarin melakukan pantauan di Pasar Hewan Wiradesa. Menurutnya, berdasarkan pantauan hingga kemarin Kabupaten Pekalongan masih aman dari PMK.

“Alhamdulillah dari pantauan hingga saat ini masih aman,” kata dia.

Disebutkan, ciri-ciri ternak yang terserang PMK di antaranya ngiler, berlendir, lepuh-lepuh di gusi, lidah, dan kukunya. Penyakit ini menyerang sapi, kerbau, kambing, dan domba.

“Jawa Tengah juga sudah ada yang positif seperti di Boyolali. Untuk itu kita perketat pengawasan ternaknya, termasuk masuk ke kandang-kandang penampungan juga,” kata dia.

Penyakit mulut dan kuku yang menyerang ternak ruminansia ini sebenarnya tidak menular ke manusia. Hanya saja kerugian ekonomis yang dialami peternak bisa tinggi. Karena tingkat penularannya sangat cepat.

“Penularan antar hewannya cepat sekali karena ini dicurigai penyebarannya bisa lewat udara,” kata dia.

Menurutnya, meskipun tingkat penularannya cukup cepat, namun tingkat kematiannya rendah. Namun ternak yang terjangkit penyakit ini butuh proses lama untuk penyembuhannya.

“Butuh waktu lama untuk pengobatannya. Dan yang sudah sembuh pun tidak serta merta terbebas dari virusnya. Ternaknya masih bersifat carrier atau pembawa. Pasti akan menurun produktivitasnya, penurunan kualitasnya, karena kukunya bisa copot. Bisa cacat. Ndak bisa untuk hewan kurban,” terang dia.

Ternak yang terjangkit penyakit ini masih aman dikonsumsi asalkan dimasak dengan matang. “Ini ndak nular ke kita (manusia),” katanya.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, melalui Kasi Humas Ipda Heru Santoso, mengatakan, berdasarkan perintah Presiden RI Joko Widodo kepada Kapolri agar mengawasi peredaran hewan ternak dari berbagai daerah untuk meminimalisir angka kasus PMK. Maka, Polres Pekalongan bersama instansi terkait akan terus melakukan sosialisasi dan pengecekan kondisi hewan ternak, serta peredaran hewan ternak agar kasus PMK tidak terjadi di wilayah hukum Polres Pekalongan.

Personel Polres Pekalongan bersama petugas dari Bidang Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, kemarin, melakukan pengecekan terhadap sapi di Pasar Hewan Wiradesa. Dari pantauan, tidak ditemukan penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. Dalam kesempatan tersebut, petugas mengajak dan mengingatkan kepada peternak hewan/warga untuk tidak usah takut, namun tetap waspada adanya penyakit mulut dan kuku hewan.

“Kita imbau peternak atau warga masyarakat apabila menjumpai penyakit mulut dan kuku hewan segera melaporkan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bidang Peternakan Kabupaten Pekalongan,” ungkap Dokter Hewan Imam Sulistiana Harahap, selaku Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Rumah Potong Hewan. (had)