PPKM Diperlonggar, Aktivitas Pariwisata Bisa Bangkit

oleh -
Tofani Dwi Arieyanto, Ketua Komisi C

*Komisi C Minta Disparpora Maksimalkan PAD

BATANG – Setelah dua tahun terbatasi, aktivitas pariwisata Kabupaten Batang sepertinya mulai menunjukkan momentum kebangkitan pada libur lebaran kemarin. Komisi C DPRD Batang berharap pelonggaran kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa menjadi peluang bagi kebangkitan sektor pariwisata.

“Kita bisa menyaksikan momen libur lebaran kemarin, masyarakat seperti mengalami euforia untuk berwisata. Indikasinya bisa dilihat, angka kunjungan wisata di hampir semua tempat wisata mengalami peningkatan signifikan,” kata Ketua Komisi C DPRD Batang, Tofani Dwi Arieyanto, Rabu (11/5/2022).

Meningkatnya kunjungan wisata tersebut menurut Ari bisa menjadi momentum kebangkitan aktivitas pariwisata di Kabupaten Batang. Dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan, aktivitas pariwisata bisa terus digenjot sebagai bagian dari ikhtiar pemulihan ekonomi.

“Sebab kita mafhumi bersama, di mana ada aktivitas pariwisata, di situ ada mata rantai atau simpul-simpul ekonomi yang terbangun. Dan itu ekonomi kecil kan, UMKM. Dari mulai pedagang kecil, pengelola wahana sampai petugas parkir, semuanya hidup, makanya pariwisata diyakini efektif bantu pemulihan ekonomi,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Di sisi lain, Ari berharap geliat pariwisata ini bisa ditangkap peluangnya secara maksimal oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Batang untuk memaksimalkan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Maka cukup beralasan bahwa target PAD pariwisata tahun ini kita naikkan 50% dari tahun lalu, karena tren kasus Covid kan terus melandai, PPKM juga diperlonggar. Insya Allah target ini bisa tercapai, bahkan mungkin terlampaui sejauh Disparpora melakukan kerja-kerja ekstra,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Disparpora Batang, Yarsono, juga membenarkan bahwa meningkatnya kunjungan wisata ini bisa menjadi peluang besar bagi daerah. Karena berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD)..

Terlebih target PAD Batang tahun 2022 meningkat 50 persen, yakni mencapai Rp 3,7 miliar. “Pandemi sudah landai, target PAD wisata kami naik, semoga terpenuhi,” tandasnya. (sef)