2021, Santunan Kematian Sentuh 2.664 Warga

by
Joko Tetuko, Kepala Dinsos Batang

BATANG – Pemkab Batang melalui program e-sakti memberikan bantuan santunan kematian untuk warga kurang mampu. Selama 2021 lalu sudah ada sekitar 2.664 warga kurang mampu yang mendapat santunan. Di mana santunan sebesar Rp1 juta ini diberikan langsung ke ahli waris.

“Ini bersifat umum, covid tidak begitu mempengaruhi. Bantuan ini ditujukan pada keluarga yang tidak mampu. Saat keluarganya meninggal, bisa mengajukan bantuan kematian ke desa,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Joko Tetuko.

Untuk mengajukan santunan ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Seperti tersadar sebagai warga kurang mampu, surat kematian, KTP, dan KK yang bersangkutan dan ahli waris. Pengajuan dilakukan di tingkat desa. Perangkat desa akan langsung menginput data tersebut ke sistem yang telah disediakan.

Dijelaskan Joko, pengajuan bantuan tahun 2021 lebih sedikit dari tahun sebelumnya, walaupun penyebaran covid terus meningkat. Meski begitu, data kematian tersebut lebih tinggi daripada angka kematian dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang.

Menurutnya, masyarakat punya motivasi tersendiri melakukan pengurusan. Selain mendapatkan bantuan uang tunai, pengurusannya tidak seribet pengajuan Akta Kematian

“Warga cukup antusias karena yang mengurus administrasi ini langsung dapat uangan senilai Rp 1 juta. Data dari kami belum terintegrasi dengan Disdukcapil, persyaratannya juga lebih mudah. Tidak seribet pengurusan akta kematian,” tandasnya. (nov)